( لايؤمن أحدكم حتى يحب لأخيه ما يحب لنفسه )
رواه البخاري و مسلم
Amal Kita Menceritakan Siapa Kita
Dr. Abu al-Qasim Khalaf ibn al-Abbas Al-Zahrawi

Question: O Shaikh, may Allaah preserve you and take care of you what is the meaning of the statement of Shaikh ul-Islaam Ibn Taymiyyah, "Takfir of a specific individual requires specific evidence (takfir ul-muayyan yahtaju ila dalil muayyan)"?
Answer: You know, may Allaah bless you, that the (Shariah) rulings are sometimes associated with a description (wasf) and sometimes associated with an individual. For example we say, Every believer is from the people of Paradise. This is a general statement which is associated with a description, every believer is in Paradise and every disbeliever is in the Fire. However, do we say in the case of a specific individual, so and so is from Paradise? Do you say about this specific individual, so and so is from the people of Fire?
Hence, there is a difference between that which is associated with a description and that which is associated with an individual. When a person utters a statement of disbelief or commits an act of kufr, then we do not declare him to be a disbeliever until we look at what motivated him to do that.
Then, we behave with him (i.e. pass a ruling over him) based upon what his (specific) situation demands.
A man is compelled to prostrate to an idol, so he prostrates. And another is compelled to utter a statement of kufr, so he says it. Have both of these men disbelieved? No. Because Allaah has said,
Whoever disbelieved in Allâh after his belief, except him who is forced thereto and whose heart is at rest with Faith but such as open their breasts to disbelief, on them is wrath from Allâh, and theirs will be a great torment. [Nahl 16:106]
So His statement "Whoever disbelieves in Allaah after having faith" is inclusive of the one who disbelieves by words or deeds. So this man who prostrated to an idol under compulsion and the man who uttered a statement of disbelief under compulsion, is his action one of kufr or not? Yes, his action is one of kufr. But is he a kafir? No. This is because, there exists a preventative barrier that restrains from takfir, and that is compulsion.
And then [there is the case of] the man who exceeded in transgression against his own soul and who said to his family, When I die, burn me and scatter my ashes into the sea. He did this thinking that he will be saved from the punishment of Allaah by it. Then his family did what he had ordered them. And Allaah the Mighty and Majestic gathered his ashes together and brought him back and asked him Why did you do it? He replied, My Lord, I feared Your punishment. And so Allaah forgave him. [Bukhari, Kitab ut-Tawhid].
The act of this man is one of kufr, why? Because he doubted in the power of Allaah, and doubted that Allaah is able to bring him together again and punish him. However, since the reason behind this act of his was his fear of the punishment of Allaah the Mighty and Majestic Allaah forgave him.
Hence, the meaning of the words of Shaikh ul-Islam may Allaah have mercy upon him it is said: the disbelief that is associated with a description, then judgement can be made by it in all circumstances, [such as] whoever disbelieves in Allaah will be in the Fire, whoever prostrates to an idol is a disbeliever, whoever says that there is another deity alongside Allaah is a disbeliever [and so on]. However, with respect to a specific individual, you must not make a judgement against him until you investigate; he could be ignorant and not know, or he could have made an interpretation (tawil) [that is incorrect], or there could be a situation in which he was made to utter words without actually intending them.
The Prophet may the prayers and peace be upon him informed us that Allaah rejoices more with the repentance of his servant than [the rejoicing of] a man who has lost his camel in the desert, seeking to find it but to no avail, so he despairs of finding it again. Then he rests under a tree and awaits death. And then he finds that the camel is tied to the tree by its reigns, so he takes it by the reigns and says out of extreme joy, O Allaah you are my servant and I am your Lord. [Muslim]. This word here is a word of kufr since he claimed Lordship (rububiyyah) for himself and claimed Allaah is a servant. However, he did not actually intend this, but he was made to err on account of his great excitement and joy, and as the Prophet may prayers and peace be upon him said, Allaah will not take him to account.
BERIKUT ADALAH FATWA SYEIKH UTHAIMIN RAHIMAHULLAH BUAT PARA SALAFI DAN MEREKA YANG MENISBAHKAN DIRI MEREKA KEPADA SALAFI..
P/S : COPY AND PASTE
Oleh: Al-‘Allamah Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin
Rasulullah saw bersabda, “Barangsiapa yang hidup setelahku, maka dia akan melihat perselisihan yang banyak. Oleh kerana itu, hendaklah kalian berpegang teguh dengan sunnahku....”
Letakkanlah semua kelompok ini di samping kiri dan teruslah melihat ke depan, yaitu jalan yang ditunjukkan oleh Nabi saw, “Hendaklah kalian berpegang teguh terhadap sunnahku dan sunnah para Khulafaur Rasyidin.”
Apa yang wajib?
Mengikuti salaf!
Mengapa?
Kerana ikhwah As-Salafiyyun adalah kelompok paling dekat dengan kebenaran. Tidak diragukan. Akan tetapi, permasalahan mereka seperti kelompok lainnya. Sebahagian individu kelompok ini saling menyesat-nyesatkan, membid’ahkan, dan memfasikkan. Kami tidak mengingkari hal ini apabila benar mereka layak untuk itu. Akan tetapi, kami mengingkari terapi (merawat) bid’ah-bid’ah tersebut dengan cara ini. Yang wajib adalah pemimpin-pemimpin kelompok ini berkumpul. Hendaknya mereka mengatakan, “Di antara kita ada Kitabullah ‘Azza wa Jalla dan Sunnah Rasul-Nya. Marilah kita berhukum pada keduanya; bukan pada hawa nafsu, pendapat-pendapat, dan tidak pula kepada Fulan dan Fulan.”
Setiap orang bisa salah dan bisa benar meski seberapa banyak ilmu dan ibadahnya. Akan tetapi, jaminan kema’shuman hanya pada agama Islam.
Dari buku: Beda Salaf dengan Salafi/Kasyfu Al-Haqaiq Al-Khafiyyah ‘Inda Mudda’I As-Salafiyyah karya Mut’ab bin Suryan Al-‘Ashimi.
Dr. Syeikh Muhammad Al-Ghazali
Dr. Syeikh Safar Hawali
Dr. Syeikh Salman Audah
Dr. Yusuf Al-QaradhawiSaya sepatutnya menulis tentang isu-isu global dan melupakan isu-isu sebegini sepertimana yang disarankan oleh Al-Allamah Dr. Yusuf Al-Qaradhawi hafizahullah taala. Tetapi, apabila krisis ini semakin kuat melanda bumi mesir dan lebih-lebih lagi sampai tahap mengkafirkan Syeikh Muhammad Ibn Wahhab, jadi, saya tidak teragak-agak untuk membela beliau. InsyaAllah, dilain kesempatan, saya juga akan menyentuh isu-isu lain seperti artikel-artikel lama saya. Keseimbangan dan prioriti itu sangat perlu diambilkira..
Berikut adalah nukilan para ulamak yang antum (maaf sekiranya tidak termasuk. Ditujukan khas buat mereka yang tidak menjaga adab terhadap ulamak. Kalau saudara tidak termasuk, alhamdulillah) juga sedia maklum ketokohan mereka.. Ini ulasan dan komentar para ulama' agung di zaman kita tentang dakwah dan pergerakan islah yang dipelopori oleh Syeikh Muhammad Ibn Al-Wahhab..Ramai yang mendakwa diri mereka (dari kalangan sahabat-sahabat azhar saya di tempat pengajian saya) mengikut Al-Ikhwanul Muslimin dalam masa yang sama mencerca Syeikh Muhammad Ibn Al-Wahhab..Sedangkan para pejuang Al-Ikhwanul Muslimin sangat-sangat mengiktiraf dakwah Syeikh Muhammad Ibn Al-Wahhab dan menyayanginya..saya juga ikhwan dan saya juga penuntut ilmu yang terkesan dengan dakwahnya..hampit ke semua pergerakan Islam dan Tajdid di Malaysia mahupun dunia terkesan dengan dakwahbeliautermasuklahAl-Ikhwanul-Muslimin:
Dr. Yusuf Al-Qaradhawi hafizahullah
قال الشيخ يوسف القرضاوي في كتابه (فقه الأولويات ) : "
الإمام ابن عبد الوهاب
فالإمام محمد بن عبد الوهاب في الجزيرة العربية كانت الأولوية عنده للعقيدة، لحماية حمى التوحيد من الشركيات والخرافيات التي لوثت نبعه، وكدرت صفاءه، وألف في ذلك كتبه ورسائله، وقام بحملاته الدعوية والعملية في هدم مظاهر الشرك
Berkata Syeikh Yusuf Qardhawi dalam kitabnya ( Fiqh Aulawiyyat) :
".....Bagi al-Imam Muhammad bin ‘Abd al-Wahhab di Jazirah Arab perkara akidah adalah menjadi keutamaannya untuk memelihara benteng tauhid dari syirik yang telah mencemari pancaran tauhid dan dikotori kesuciannya. Beliau telah menulis buku-buku dan risalah-risalah dalam perkara tersebut. Beliau bangkit menanggung bebanan secara dakwah dan praktikal dalam memusnahkan pelbagai fenomena /gambaran - gambaran syirik...."
sumber : http://www.qaradawi.net/site/topics/article.asp?cu_no=2&item_no=957&version=1&template_id=89&parent_id=1
sila klik pada gambar untuk enlargement..Dr.Yusuf Qardhawi, Thaqafah Dai'eh, Cetakan : Maktabah Wahbah, ms 92..kitab ini seringkali dibaca dalam kelas-kelas agama tetapi seringkali tidak disebut oleh mereka yang anti-wahabi..dan adakah mereka sengaja menyembunyikannya daripada pengetahuan orang awam yang jahil seperti saya..?..untuk apakah hal ini disembunyikan..?
قال الشيخ يوسف في (ثقافة الداعية – مؤسسة الرسالة – الطبعة الأولى 1417 هـ - ص 107 ) : ( ينبغي الاهتمام بحركات الإصلاح والتجديد في تاريخ الإسلام ، وبرجال التجديد الذين يبعثهم الله بين حين وآخر في هذه الأمة ليجددوا لها دينهما ، أياً كان لون هؤلاء الرجال واتجاههم ، فقد يكون منهم الخلفاء كعمر بن عبدالعزيز ، أو السلاطين والأمراء كنور الدين وصلاح الدين أو الفقهاء والدعاة كالشافعي والغزالي وابن تيمية وابن عبدالوهاب ، وقد يكون المجدد فرداً وق يكون جماعة أو مدرسة اصلاحية يبرز بها اتجاه في الإصلاح له سماته وخصائص
Berkata Syeikh Yusuf Qardhawi dalam ( Thaqafah Dai'yah - Muassasah Risalah - Cetakan I) :"...dan pemuda pembaharuan yang dibangkitkan oleh Allah pada umat ini untuk memperbaharui baginya urusan agamanya............ada di kalangan mereka yang menjadi khalifah seperti Umar Ibn Aziz, atau sultan dan pemimpin seperti Nuruddin dan Salahuddin ataupun fuqaha' dan dai' seperti Al-Imam As-Syafie, Imam Al-Ghazali, dan Ibn Taimiyyah dan Syeikh Muhammad Ibn Wahhab...mereka menjadi mujaddid berseorangan...kadang-kadang (dalam bentuk) berkumpulan atau madrasah reformasi/islah...."
وقد وصف د . يوسف القرضاوي ابن عبد الوهاب بشيخ الإسلام في كتابه حقيقة التوحيد
1 – قال د. يوسف القرضاوي في كتابه (الصحوة الإسلامية وهموم الوطن العربي والإسلامي تحت عنوان حركات التجديد والدعوة وأثرها في الصحوة - دار الصحوة للنشر والتوزيع- القاهر - ص 32 ):
( أن الصحوة المعاصرة التي نشهد آثارها ومظاهرها اليوم ، لم توجد من فراغ ، ولا ولدت دفعة واحدة ، ولا كانت " نباتاً شيطانياً " ظهر وحده ، بغير زراع ولا راع كما تصور بعض الناس .
إن هذه الصحوة امتداد وتجديد لحركات إسلامية ، ومدارس فكرية وعملية ، قامت من قبل ، انقرض بعضها ولا زال بعضها قائماً بصورة ، أو بأخرى حتى اليوم ، حركات قام عليها رجال صادقون ، حاول كل منهم أن يجدد الدين ، أو يحيى الأمة ، في بقعة معينة أو أكثر من بقعة من أرض الإسلام ، أو في جانب معين أو أكثر من جانب من جوانب الحياة ، في الاعتقاد أو الفكر أو السلوك .
يذكر التاريخ منهم مجدد الجزيرة العربية باعث الدعوة السلفية ، خريج المدرسة الحنبلية الشيخ محمد بن عبد الوهاب (ت 1206 هـ /1792 م)
.............................................................................
Pengarang Kitab La Tahzan dan Tersenyumlah..khas buat para pencinta buku Janganlah Bersedih
د/عائض القرني-حفظه الله- في نونيته:
ومجدد الإسـلام في هذا الورى .. أعني التميمي ناصر الإيمانِ
رحم الإلهُ محمداً في لحدهِ … خضم الضلال مهدِّم الأوثان
في نجد أشرق نورهُ متوهجاً … بل شعَّ من هندٍ إلى تطوانِ
فعلى عقيدتهم بنيتُ عقيدتي … وعلى رسائلهم فتقت لساني
أقفو طريقتهم ونهجي نهجهم … دوماً وأبرأ من أخي كفرانِ
أهل الضلالةِ هم خصومي دائماً … لا يلتقي بمحبةٍ خصمان
ولكل مبتدع أقول مجلجلاً … أنا صارمٌ يفري الرقاب يماني
أسلمت نفسي للذي برأ الورى … وبرئت من شركٍِ ومن طغيان
ورضيت بالقرآن والسنن التي … جاءت بفهمِ صحابة العدناني
..............................................................................
Ulamak Syria
الدكتور السوري وهبة الزحيلي -حفظه الله في كتابه [تأثر الدعوات الإصلاحية الإسلامية بدعوة الشيخ محمد بن عبدالوهاب]
(كان من أجرأ أصوات الحق ، وأكبر دعاة الإصلاح ، والبناء والجهاد لإعادة تماسك الشخصية الإسلامية وإعادتها لمنهج السلف الصالح: دعوة الشيخ محمد بن عبدالوهاب في القرن الثاني عشر الهجري (الثامن عشر الميلادي) لتجديد الحياة الإسلامية ، بعد ما شابها في أوساط العامة من خرافات ، وأوهام ، وبدع ، وانحرافات ، فكان ابن عبدالوهاب بحق ، زعيم النهضة الدينية الإصلاحية المنتظر ، الذي صحح موازين العقيدة الإسلامية الناصعة ، وأبان حقيقة الوحدانية والوحدة والتوحيد الخالص لله عز وجل ، وأن العبادة هي التوحيد ، وحوّل الشراع رأساً على عقب ، للعمل الكامل بالقرآن والسنة ونبذ مظاهر الترف والبدع ، وتحطيم ما علق بالحياة الإسلامية من أوهام ، والعودة إلى الحياة الإسلامية الأولى المبسطة التي لا تعرف غير الجهاد الدائم منهجاً ، وقصد مرضاة الله مسلكاً ، وألتزم أخلاق الإسلام قانوناً ومظهراً ، وبروز دور العقل والفكر ، والجد والعلم والاجتهاد فيما لا نص فيه أو ما فيه نص ظني ، بغية تقدم الأمة ، وتصحيح مسار حياة العامة التائه أحياناً ، لأن دين الإسلام لا يعرف الخرافة والجهل والضلالة ، فكانت أعمال ابن عبدالوهاب وثبة وجبارة ، وقفزة رائعة لتصحيح خطأ الناس في العقيدة والعبادة ، في وسط شوهت فيه مبادئ الإسلام ومناهج
| “…dakwah syeikh Muhammad Ibn Abdul Wahhab pada kurun ke-12 hijrah adalah antara suara kebenaran yang paling berani dan (beliau) merupakan pendakwah pembaharuan, pembinaan dan merupakan jihad yang paling besar bagi mengembalikan keteguhan pegangan individu muslim terhadap manhaj salaf, untuk memperbaharui kehidupan Islam di kalangan masyarakat awam yang telah pun tercemar dengan khurafat, waham, bida’ah dan penyelewengan…dan beliau dengan kebenaran, dan pembaharu agama yang ditunggu-tunggu..” |
.................................................................................
Dr. Muhammad Ibn Al-Hassan
"...Aqeedahnya : Sunnah, di atas mazhab salaf yang berpegang kepada Al-Quran dan Sunnah tanpa bermain dengan takwil dan falsafah dan tidak juga memasukkan keduanya ke dalam akidahnya..."
........................................................................
Ulamak Syam
علامة الشام ،الشيخ/ محمد بهجة البيطار(من كتابه: حياة شيخ الاسلام ابن تيمية ص200 ): ليس للوهابية ولا للامام محمد بن عبد الوهاب مذهب خاص ولكنه رحمه الله كان مجددا لدعوة الاسلام ومتبعا لمذهب احمد بن حنبل
"..dengan tangannya..Allah telah mengembali Najdi kepada tauhid yang suci dan agama yang benar..mencapai keharmonian selepas berlakunya ketegangan dan kesatuan setelah berkalunya perpecahan..kesedaran yang telah dibawa ke Najdi sampai ke Jazirah Arab dan ke seluruh dunia Islam...ia adalah satu amal soleh Ibn Abdul Wahhab kepada Allah..insyaAllah..."
Mufti Mesir
لأستاذ الأمام محمد عبده
يقول الشيخ حافظ وهبة في كتابه (( 50عام في جزيرة العرب )) . وهو يتحدث عن طلبة العلم في الأزهر أنه سمع الأستاذ الإمام محمد عبده مفتي مصر يثني في دروسه بالأزهر على الشيخ محمد عبد الوهاب ، ويلقبه بالمصلح العظيم ، ويلقي تبعة وقف دعوته الإصلاحية على الأتراك وعلى محمد علي الألباني لجهلهم ومسايرتهم لعلماء عصرهم ممن ساروا على سنة من سبقهم من مؤيدي البدع والخرافات ومجافاة حقائق الإسلام .
Sheikh Muhammad Hafiz Wahbah berkata ( 50 tahun di tanah Arab ). Dia berbicara mengenai "..menuntut ilmu" di Azhar dan dia pernah mendengar daripada Al-Ustaz Imam Muhammad 'Abdah yang juga seorang mufti mesir yang memuji di dalam sesi pengajarannya di Azhar tentang Sheikh Muhammad Abdul Wahab.
Dan beliau menggelarkan Sheikh Muhammad Abdul Wahab sebagai Pengislah yang Agung. Beliau juga
...................................................................................
Al-Allamah Muhammad Rashid Redha
السيد محمد رشيد رضا :
قال في التعريف بكتاب (( صيانة الإنسان )) بعد أن ذكر فشو البدع بسبب ضعف العلم والعمل بالكتاب والسنة ، ونصر الملوك والحكام لأهلها . وتأييد المعممين لها . قال رحمه الله ما نصه :
الشيخ محمد بن عبد الوهاب رحمه الله :
لم يخل قرن من القرون التي كثر فيها البدع من علماء ربانيين ، يجددون لهذه الأمة أمر دينها بالدعوة والتعليم وحسن القدوة ، وعدول ينفون عنه تحريف الغالين وانتحال المبطلين ، وتأويل الجاهلين ، كما ورد في الأحاديث .
ولقد كان الشيخ محمد بن عبد الوهاب النجدي ، من هؤلاء العدول المجددين قام يدعون إلى تجريد التوحيد ، وإخلاص العبادة وحده ، بما شرعه في كتابه وعلى لسان رسوله خاتم النبيين صلى الله عليه وسلم . وترك البدع والمعاصي وإقامة شعائر الإسلام المتروكة وتعظيم حرماته المنتهكة المنهوكة.
Berkata Syeikh Rashid Redha dalam takrif kitabnya (Siyanah Al-Insan) :
Syeikh Muhammad Ibn Abdul Wahhab rahimahullah..
"..tidak sunyi daripada satu kurun daripada kurun-kurun yang terdapat di dalamnya bida'ah yang mana ada di kalangan ulamak rabbaniyyin yang akan memperbaharui bagi umat ini urusan agamanya dengan dakwah, pengajaran dan contoh teladan yang baik…mereka adalah orang-orang yang dipercayai yang akan mempertahankan agama daripada penyelewengan golongan yang ekstrim, korup dan para pentakwil yang jahil seperti yang disebut di dalam hadith…dan sesungguhnya Syeikh Muhammad Ibn Abdul Wahhab An-Najdi adalah dari kalangan mujaddid yang bangun berdakwah dan menyeru kepada permurnian tauhid dan ikhlas ibadah hanya kepada-NYA sahaja seperti mana telah disyariatkan dalam kitab-NYA dan Rasul-NYA penghulu segala nabi (Nabi Muhammad SAW)..Ibn Abdul Wahhab menyeru supaya meninggalkan bida’ah serta maksiat dan menegakkan syiar Islam yang sudah lama ditinggalkan….beliau menyeru supaya menghormati dan meninggikan Islam yang telah dicabul dan dihina..walaubagaimana pun, 3 kuasa ini yang terdiri daripada pemerintah, kuasa ulamak2 jahat di belakang pemerintah dan kuasa orang awam yang menentang..ketiga-tiga kuasa ini berpakat menentang syeikh Muhammad Ibn Abdul Wahhab..senjata terbaik mereka terhadap Muhammad Ibn Abdul Wahhab adalah menyebarkan bahawa Muhammad Ibn Abdul Wahhab membawa ajaran yang bertentangan dengan majoriti umat Islam..”
من هؤلاء المسلمون الذين خالفهم الشيخ محمد بن عبد الوهاب في دعوته ؟
هم أعراب في البوادي شر من أهل الجاهلية يعيشون بالسلب والنهب ويستحلون قتل المسلم وغيره ، لأجل الكسب ، ويتحاكمون إلى طواغيتهم في كل أمر،ويجحدون كثيراً من أمور الإسلام المجمع عليها ، التي لا يسع مسلماً جهلها ، إلى آخر ما قال ، عليه رحمه الله ذى الجلال
Siapakah kalangan mereka yang menentang Syeikh Muhammad Ibn Abdul Wahhab dalam dakwahnya..?
Jawabnya : "...mereka adalah dari kalangan arab badwi yang lebih buruk daripada (jahat) orang-orang kalangan ahli jahiliyyah dahulu yang hidup hanya merompak..menyerang..dan mereka membenarkan membunuh orang Islam mahupun bukan Islam hanya untuk mencari nafkah hidup...mereka mengambil orang zalim sebagai hakim dalam setiap perkara dan menidakkan dalam banyak hal berkenaan Islam yang sudahpun dipersetujui antara ulama, iaitu hal yang tidak seorang muslim pun boleh mengatakan mereka tidak mengetahunya..."
...............................................................................................................
موقف الشيخ سلمان بن فهد العودة
قال الشيخ سلمان بن فهد العودة المشرف العام على موقع الإسلام اليوم في كتابه (جزيرة الإسلام - مكتبة الرشد ناشرون - الطبعة الأولى - ص 59 ) : ( أن لهذه الجزيرة من العلم والعلماء والتجديد والمجددين أوفر نصيب عبر الزمان : ولقد كان كثير من أهل العلم يجاورون بمكة أو بالمدينة ، وقلّ أن تجد عالماً إلا دخل أرضها ، وزارها وأقام فيها . ولعل ختام المسك دعوة المجدد محمد بن عبد الوهاب رحمه الله التي أنعم الله بها على هذه الجزيرة ، وجدّد لها بها دينها. وقال في نفس المصدر السابق ص 60 : أما هذه الجزيرة فإنها منذ دعوة الشيخ محمد بن عبد الوهاب رحمه الله إلى اليوم لا تزال تعيش - إجمالاً - أوضاعاً جيدة ، وتنتقل من خير إلى خير ، ولا يزال العلم والعلماء، والدعاة ، وطلبة العلم ، والحلقات والدروس العلمية قائمة على قدم وساق ، لم يمر بها خلال ذلك فترة ركود أو خمول أو انهيار ، ولم تمن بتسلط الفساد والمفسدين علانية . وإنها لنعمة كبيرة : أن يسبق تيار الخير تيار الفساد.
Syeikh Salman bin Fahd Al Audah
Musyrif Am Laman Islam Hari ini di dalam kitabnya ( Semenanjung Islam - Maktabah Ar Rashdi Nasyirun - Cetakan Pertama - Muka surat 59 : Hakikatnya semenanjung ini adalah daripada ilmu dan ulama' dan perubahan serta pengislah yang saling mewarisi sejak zaman berzaman. Terdapat banyak ilmuan - ilmuan disekeliling mekah dan madinah, dan hanya sedikit ilmuam yang akan kamu temui melainkan di dua tanah suci itu dan kamu menziarahinya dan tinggal di situ. Semoga penghujung yang manis bagi pengislah terkenal Syeikh Muhammad Abdul Wahab yang telah Allah kurniakan kepadanya tanah air ini. Beliau telah berusaha mengislahnya dan penduduknya kepada agama dan pegangan yang sebenar . Syeikh Salman juga berkata di dalam kitab yang sama di muka surat 60, " Adapun Semenanjung ini semenjak kehadiran da'wah Syeikh Muhammad Abdul Wahhab hinggalah sekarang kehidupan penduduknya amat memuaskan. Kebaikan yang ada bertambah - tambah baik. Malah ilmu, ulama' penda'wah, penuntut ilmu, majlis pengajian masih dan terus berjalan dengan maju dan teratur. Tidak pernah pula terjadi suatu yang merugikan atau kemelesetan malah keruntuhan atau kejatuhan di sepanjang kehadirannya hingga kini. Malah tidak pernah singgah kejahatan apatah lagi secara terang - terangan. Benarlah sesungguhnya da'wahnya itu ni'mat yang amat besar dan berma'na. Arus kebaikan mendahului arus kejahatan..."
Dr. Syeikh Safar Hawali
موقف الشيخ محمد الغزالي
قال الشيخ محمد الغزالي رحمه الله في كتابه (الدعوة الإسلامية تستقبل قرنها الخامس عشر –مكتبة وهبة – الطبعة الثالثة – 1410 هـ ص 52 ) :
( ومع أننا نعيب على العرب تقاعسهم في خدمة الثقافة الإسلامية الصحيحة إبّان هذه القرون الهامدة من الحكم التركي ، إلا أننا نذكر أن الحركة الوحيدة التي نهض بها العرب لإصلاح العقائد والعبادات ومحو ما شابها من زيغ وانحراف قاومتها الدولة بالسيف حتى أجهزت عليها . . نعني حركة الإصلاح التي قام بها محمد بن عبد الوهاب في جزيرة العرب ... )
قال الشيخ محمد الغزالي رحمه الله في كتابه مائة سؤال عن الإسلام - الناشر دار ثابت للنشر والتوزيع - الطبعة الرابعة : محرم 1410 هـ - أغسطس 1989 م - ص 313 :
رفع محمد بن عبد الوهاب شعار التوحيد ، وحق له أن يفعل ! فقد وجد نفسه في بيئة تعبد القبور ، وتطلب من موتاها ما لا يطلب إلا من الله سبحانه ..
وقد رأيت بعيني من يقبلون الأعتاب ويتمسحون بالأبواب ويجأرون بدعاء فلان أو فلان ، كي يفعل كذا وكذا ! ما هذا الزيغ ؟ ما الذي أنسى هؤلاء ربهم ؟ وصرفهم عن النطق باسمه والتعلق به ؟ وماذا يرجو العبيد من عبد مثلهم لا يملك لنفسه نفعا ولا ضرا ؟ إنه لو كان حيا ما ملك لهم شيئاً ، فكيف وهو ميت ؟ .. )
ثم قال : طلب محمد بن عبد الوهاب العلم في دمشق (1) ورحل إلى بغداد والبصرة ، وتشرب مبادئ الحافظ حجة الإسلام ابن تيمية ، وتلميذه ابن القيم ، وابن عروة الحنبلي ، وغيرهم من فحول أئمة الحنابلة ، وأخذ يفكر في إعادة الإسلام لنقاوته الأولى ،فلذلك،الوهابية يسمون مذهبهم عقيدة السلف (2) ومن هناك أنكر الاعتقاد بالأولياء وزيارة القبور (3) والاستغاثة بغير الله ، وغير ذلك مما جعله من باب الشرك واستشهد على صحة آرائه بالآيات القرآنية والأحاديث المصطفوية ، ولا أظنه أورد ثمة شيئاً غير ما أورده ابن تيمية . انتهى .
[1]أراد الذهاب إلى الشام ، فقلت نفقته فرجع من بغداد
[2] - نعم ولهم الحق لأنهم لم يخالفوا السلف قيد أنملة ، وكتبهم ناطقة بذلك .
[3] - لم ينكر الزيارة المطلوبة شرعاً المقصود بها تذكر الإنسان الموت والدار الآخرة والدعاء للمقبور : وإنما أنكر الزيارة البدعية المشتملة على الإشراك ، كالاستغاثة ، أو وسائل الشرك كالصلاة لله عند القبور والدعاء عنده
Kebanyakan yang mencerca mereka adalah di kalangan mereka yang tidak pun habis lagi ijazah mereka .....mahupun yang sedang mengambil MASTER. Bukan semua, akan tetapi, ia sering dilaungkan di setiap kali adanya perbincangan ilmu di tempat saya. Bandingkanlah ilmu mereka dengan ilmu anda...Apatah lagi mereka dan sahabat-sahabat saya di Malaysia yang bukan dalam bidang agama seperti saya..Jagalah adab ketika bertutur tentang ulamak..Janganlah jadi seperti orang yang suka mengutip cerita dari mulut kemudian menyebarkannya..apakah kita tidak boleh meniru sikap wasatiyyah Dr. Yusuf Qardhawi, Syeikh Ali Tantawi, Dr. Salman Audah dan lain-lain jajaran ulamak ASWJ..?
rawatlah diri kita atas kekerasan dan juga ketaksuban yang menyelubungi diri kita..ummah telah lama tercedera..jangan ditambah lagi luka yang belum pun lagi sembuh....
Dr. Nik Mohd Abduh
يسهل على كثيرين أن يتخيلوا ، ولكن ليس كل خيال يدور بالبال يُستطاع تصوره أقوالاً بالسان ،وإن كثيرين يستطيعون أن يقولوا ولكن قلياً منهم يقدر على حمل أعباء الجهاد والعمل المضني ، ... فأعدوا أنفسكم وأقبلوا عليها بالتربية الصحيحة والأخبار الدقيق ، وامتحنوها بالعمل ، العمل القوي البغيض لديها ، وافطموها عن شهواتها ومألوفاتها وعاداتها
Ramai orang mudah berkhayal tetapi tidak semua khayalan boleh digambarkan dengan lisan. Ramai orang boleh bercakap tetapi sedikit sangat daripada mereka yang sanggup memikul bebanan jihad dan kerja berat…maka persiapkanlah diri kamu, sambutlah tarbiah yang sebenar, pengalaman yang terperinci. Ujilah ia dengan berkerja berat yang tidak disukai. Ceraikan jiwa mereka daripada nafsu syahwat dan hidup kebiasaan
(Hassan Al-Banna – Risalah Muktamar Ke-5)
أيها الإخوان المسلمون وبخاصة المتحمسون المتعجلون منكم .. إن طريقكم هذا مرسومة خطواته موضوعة حدوده، ولست مخالفاً هذه الحدود التي اقتنعت كل الاقتناع بأنها أسلم طريق للوصول – أجل قد تكون طريقاً طويلة ولكن ليس هناك غيرها. إنما تظهر الرجولة بالصبر والمثابرة والجد والعمل الدائب. فمن أراد منكم أن يستعجل ثمرة قبل نضجها أو يقتطف زهرة قبل أوانها، فلست معه في ذلك بحال، وخيرٌ له أن ينصرف عن هذه الدعوة إلى غيرها من الدوات، ومن صبر معي حتى تنمو البذرة وتنبت الشجرة وتصلح الثمرة ويحين القطاف فأجره في ذلك على الله، ولن يفوتنا وإياه أجرُ المحسنين إما النصر والسيادة وإما الشهادة والسعادة.
Wahai Ikhwan al-Muslimin terutama mereka yang bersemangat dan gopoh, dengarlah kata-kata saya yang bergema dari atas pentas dalam perhimpunan agung ini. Segala langkah dan sempadan dalam jalan kamu ini telahpun digariskan. Saya tidak akan melanggar sempadan ini yang saya sendiri yakini sepenuhnya bahawa ia adalah jalan yang paling selamat untuk sampai ke matlamat. Benar, jalan ini mungkin jauh namun tiada jalan lain selain jalan ini. Kejantanan akan terserlah melalui keupayaan untuk bersabar, tabah, gigih dan usaha yang berterusan. Sesiapa di kalangan kamu yang terlalu cepat mahu mengutip hasil sebelum tempoh matang atau memetik bunga sebelum sampai masanya maka saya tidak akan bersetuju dengannya sama sekali. Lebih baik dia berundur daripada dakwah ini kepada gerakan lain. Sesiapa yang mampu bersabar dengan saya hingga benih tadi berkembang, tumbuh sebagai pokok, mengeluarkan buah yang baik dan tiba masa untuk memetiknya maka kesabarannya akan diberikan ganjaran oleh Allah. Kita akan memperolehi salah satu daripada ganjaran berikut iaitu kemenangan dan ketuanan atau mati syahid dan kebahagiaan yang abadi.
وعلى هذا فالإخوان المسلمين أعقل وأحزم من أن يتقدموا لمهمة الحكم ونفوس الأمة على هذا الحال، فلابد من فترة تنشر فيها مبادئ الإخوان وتسود ويتعلم فيها الشعب كيف يؤثِرُ المصلحة العامة على المصلحة الخاصة
Atas dasar ini juga, Ikhwan amat waras dan amat berhati-hati untuk tidak menerima tanggungjawab kuasa ini dalam keadaan jiwa umat Islam di tahap sekarang ini. Perlu ada suatu tempoh yang diperuntukkan untuk menyebar dan mengetengahkan dasar-dasar Ikhwan. Dalam tempoh ini masyarakat dididik bagaimana untuk mengutamakan kepentingan umum daripada kepentingan peribadi.
(Hassan Al-Banna Muktamar 5)
“Ini adalah perutusan saya kepada para mujahid di kalangan Ikhwan Muslimin. Mereka meyakini kemuliaan dakwah mereka serta kesucian gagasan mereka. Mereka mempunyai tekad yang suci untuk hidup bersama dan mati di jalannya. Khusus buat mereka ini saya tujukan tulisan yang ringkas ini. Tulisan ini bukanlah pelajaran untuk dihafal, tetapi ia adalah taklimat yang perlu dilaksanakan. Ayuh ke medan amal wahai akh yang benar…” Salam serta rahmat dan keberkatan Allah untuk kamu semua..."
إن منهاج الإخوان المسلمين محدود المراحل واضح الخطوات، فنحن نعلم تمامًا ماذا نريد ونعرف الوسيلة إلى تحقيق هذه الإرادة
Manhaj Ikhwan telah ditentukan marhalah amalnya, telah jelas langkah-langkahnya. Kami mengetahui apa yang kami mahu dan kami tahu apakah wasilah yang boleh mencapai apa yang kami mahu...
buat ummi dan abah..
sekiranya nyawa ini dicabut dahulu..halalkan makan minumku dan ampuni kesalahanku dan redhailah diri ini..
buat teman-teman, sekiranya ada terhutang harta, budi dan jasa..juga pohon dihalalkan..
maafkanlah teman kiranya ada salah dan silap..tersakit hati dan tersalah bicara..
moga kita semua bertemu di syurga nanti...Allahuakbar..!
مراتب العمل المطلوبة من الأخ الصادق
سليم العقيدة
Salimul Aqidah
[Aqidah yang sejahtera]
صحيح العبادة
Sohihul Ibadah
[Ibadah yang Benar]
Matinul Khuluq
[Akhlak yang unggul]
قادرًا على الكسب
Qadiran Ala Kasbi
[Mampu berdikari]
Mutsaqqaful Fikri
[Fikiran yang berpengetahuan]
Qawiyyul Jism
[Kuat tubuh badan]
Mujahadan LiNafsihi
[Mampu melawan nafsu]
Munazzamun fi Syu’unihi
[Tersusun dalam urusan/berdisiplin]
Harithan Ala Waqtihi
[Menjaga Waktu]
Naafi’un Ligharihi
[Bermanfaat kepada orang lain]
Berkata Rasulullah SAW kpd 'Aisyah :
فَإِنَّهُ نِعْمَ السَّلَفُ أَنَا لَك
“Kerana sesungguhnya sebaik-baik salaf bagi kamu adalah saya..."
(Dikeluarkan oleh Bukhari no.5928 dan Muslim no.2450)
Zagazig Uni - Medic
Cenfos - UIA
SMKA Melor
SMI Aman
MTAQ Hira'
SRI Aman
SRI Hira'
Tadika Naim
Copyright 2009 Dr Abduh | Theme designed by BloggerThemes