0

Nilai Cinta Mukmin - Mukmin




عن أنس بن مالك رضي الله عنه خادم رسول الله صلى الله عليه وسلم قال :
( لايؤمن أحدكم حتى يحب لأخيه ما يحب لنفسه )

رواه البخاري و مسلم


Read more
9

Fatrah Imtihan...The Origin of Silence....~




..priority..

..tunggu selepas exam..

..merindui sentuhan..

...tawaquf...

..inilah keadaan saya sekarang..ni bukan skull saya..


ada lagi beberapa hari saya akan berhadapan dengan final examination..saya mengharapkan doa daripada kawan-kawan..sebelum ini saya cuba untuk berhenti menulis..akan tetapi, pelbagai peristiwa yang tidak dijangka berlaku...ini adalah entri yang terakhir "mungkin"..saya cuba untuk menjauhkan diri dari blog ini..

kepada semua, andai saya ada melakukan kesilapan dan kesalahan, maafkanlah saya..semoga Allah merahmati kalian, dakwah dan tarbiah kalian..juga saya..amin ya rabb..semoga Allah memberikan kejayaan kepada saya, kalian dan seluruh umat Islam..

source :
as-sabiqoon.com

...................................................................................................


Topic: Dr. Abu al-Qasim Khalaf ibn al-Abbas Al-Zahrawi

Dr. Abu al-Qasim Khalaf ibn al-Abbas Al-Zahrawi

Introduction

Abu al-Qasim Khalaf ibn al-Abbas Al-Zahrawi (936 - 1013), (Arabic: أبو القاسم بن خلف بن العباس الزهراوي) also known in the West as Abulcasis, was an Andalusian-Arab physician, surgeon, and scientist. He is considered the father of modern surgery, and as Islam's greatest medieval surgeon, whose comprehensive medical texts, Islamic medicine teachings, shaped both Islamic and European surgical procedures up until the Renaissance. His greatest contribution to history is the Kitab al-Tasrif, a thirty-volume encyclopedia of medical practices.

BiographyAbu al-Qasim was born in the city of El Zahra, six miles northwest of Córdoba, Spain. He was descended from the Ansar Arab tribe who settled earlier in Spain. Few details remain regarding his life, aside from his published work, due to the destruction of El-Zahra during later Spanish-Moorish conflicts. His name first appears in the writings of Abu Muhammad bin Hazm (993 - 1064), who listed him among the greatest physicians of Moorish Spain. But we have the first detailed biography of El-Zahrawi from al-Humaydi's Jadhwat al-Muqtabis (On Andalusian Savants), completed six decades after El-Zahrawi's death.

In El-Zahra, he lived most of his life. It is also where he studied, taught and practised medicine and surgery until shortly before his death in about 1013, two years after the sacking of El-Zahra.



Works

Abu al-Qasim was a court physician to the Andalusian caliph Al-Hakam II. He devoted his entire life and genius to the advancement of medicine as a whole and surgery in particular. His best work was the Kitab al-Tasrif. It is a medical encyclopaedia spanning 30 volumes which included sections on surgery, medicine, orthopaedics, ophthalmology, pharmacology, nutrition etc.


In the 14th century, French surgeon Guy de Chauliac quoted al-Tasrif over 200 times. Pietro Argallata (d. 1453) described Abu al-Qasim as "without doubt the chief of all surgeons". In an earlier work, he is credited to be the first to describe ectopic pregnancy in 963, in those days a fatal affliction. Abu Al-Qasim's influence continued for at least five centuries, extending into the Renaissance, evidenced by al-Tasrif's frequent reference by French surgeon Jaques Delechamps (1513-1588).

(IMG:http://upload.wikimedia.org/wikipedia/en/thumb/3/35/Al-zahrawi_surgical_tools.gif/180px-Al-zahrawi_surgical_tools.gif) [/size]Page from a 1531 Latin translation by Peter Argellata of El Zahrawi's treatise on surgical and medical instruments.



Kitab al-Tasrif

Main article: Al-TasrifAbu al-Qasim's thirty-chapter medical treatise, Kitab al-Tasrif, published in 1000, covered a broad range of medical topics, including dentistry and childbirth, which contained data that had accumulated during a career that spanned almost 50 years of training, teaching and practice. In it he also wrote of the importance of a positive doctor-patient relationship and wrote affectionately
of his students, whom he referred to as "my children". He also emphasised the importance of treating patients irrespective of their social status. He encouraged the close observation of individual cases in order to make the most accurate diagnosis and the best possible treatment.

Al-Tasrif was later translated into Latin by Gerard of Cremona in the 12th century, and illustrated. For perhaps five centuries during the European Middle Ages, it was the primary source for European medical knowledge, and served as a reference for doctors and surgeons.


Not always properly credited, Abu Al-Qasim's al-Tasrif described both what would later became known as "Kocher's method" for treating a dislocated shoulder and "Walcher position" in obstetrics. Al-Tasrif described how to ligature blood vessels before Ambroise Paré, and was the first recorded book to document several dental devices and explain the hereditary nature of haemophilia.

surgical instruments : Dr. Abu al-Qasim Khalaf ibn al-Abbas Al-Zahrawi

Advances in surgery

Al-Qasim was a surgeon and specialized in curing disease by cauterization. He also invented several devices used during surgery, for the purpose of:

* inspection of the interior of the urethra
* applying and removing foreign bodies from the throat
* inspection of the ear

Al-Qasim also described the use of forceps in vaginal deliveries.

Surgical instruments :

In his Al-Tasrif (The Method of Medicine), he introduced his famous collection of over 200 surgical instruments. Many of these instruments were never used before by any previous surgeons. Hamidan, for example, listed at least twenty six innovative surgical instruments that Abulcasis introduced.

Catgut :
Abu al-Qasim's use of catgut for internal stitching is still practised in modern surgery. The catgut appears to be the only natural substance capable of dissolving and is acceptable by the body.

Forceps :
In the Al-Tasrif (1000), Abu al-Qasim invented the forceps for extracting a dead fetus, as illustrated in the the Al-Tasrif.

Ligature :
In the Al-Tasrif (1000), Abu al-Qasim introduced the use of ligature for the arteries in lieu of cauterization.

Surgical needle :
The surgical needle was invented and described by Abu al-Qasim in his Al-Tasrif (1000).[4]

Other instruments :
Other surgical instruments invented by Abu al-Qasim and first described in his Al-Tasrif (1000) include the scalpel, curette, retractor, surgical spoon, sound, surgical hook, surgical rod, and specula.


Dr. Nik Abduh
Zagazig
Read more
0

Beradablah..~

bismillah...

saya tidak pernah mengajar sahabat-sahabat saya bersikap kurang ajar sebegini di cbox saya walaupun untuk mempertahankan saya...saya juga menyeru kepada semua sahabat-sahabat saya agar mempersatukan hati kita, tidak kira dari bangsa mana kita sekalipun, rumpun mana sekalipun, hatta kepada jemaah mana sekalipun kita, Islam tetap menjadi pilihan utama mengatasi segalanya. Saya berharap agar "hamster" tidak memberikan komen kasar terhadap orang lain.. :

hamster :

aku dh tgk blog tu..jahanam sggh blog tu..tlis psl agama,tp prngai mcm bangang..aku sokong dr.abduh..ksian kne aniaya..aku rs lg bangang org yg gunakn IP dr.abduh kt situ..ni la org yg letak otak dn akal kt lutut..


ana tidak pernah mengenali sahabat yg bersikap sebegini..biarlah orang menulis apa sahaja tentang kita..tetapi, kita balaslah dengan perbuatan yang baik..itulah yang dipesan Asy-Syaheed Imam Hassan Al-Banna Rahimahullah..jadilah seperti pokok..apabila dibaling dengan batu,ia membalasnya dengan buah..

ana dengan ini memaafkan semua yang telah terlibat secara langsung atau tidak langsung..ini semua hanyalah kerana salah faham pemilik blog tersebut yang saya tidak dapat linkkannya di sini..semoga Allah mengampuni kita semua..amin ya rabb..

wassalam

-diedit oleh penjaga blog a.k.a sahabat kpd dr.abduh dengan izin tuannya-
Read more
0


Bismillah..

Alhamdulillah...tarbiah yang saya terima di sini..melatih saya untuk bersabar...dengan sebab itu saya tidak mengambil tindakan "kurang ajar" atau membalas semula perbuatan empunya blog tersebut..saya tahu, setiap yang baik pasti ada halangan..yang buruk didewa-dewakan...sudah menjadi lumrah para pejuang..pasti ada halangan yang bakal diterima, sebaik sahaja melangkah setapak ke dalam relung dakwah..saya memaafkan semua yang terlibat..tetapi..biarlah luka hati saya ni menjadi luka yang tidak akan mampu sembuh..supaya ianya menjadi pengajaran kepada orang lain yang mampu memahami, melihat, mendengar dan menghayati..


terima kasih sahabat kerana tarbiah ini mengajar saya untuk terus bersabar.

wassalam
Read more
5

Hari Duka...~

Bismillah Ar-Rahman Ar-Rahim..

Assalamualaikum...

sebelum saya menulis..saya cuba membaca ayat-ayat Al-Quran dan mengambil wudhuk sebelumnya agar hati yang resah ini tenang kembali...baru saya dapat mencoretkan sesuatu..

saya menulis warkah pendek ini dengan tujuan menyatakan hasrat hati saya yang sedikit terluka..saya masih lagi boleh lagi berdiam diri di atas perlakuan lama seseorang yang menyerang YM saya suatu masa dulu..sudah hampir setahun saya melupakan semuanya..kali ini, saya dianiaya sekali lagi oleh "orang" tersebut..saya tidak tahu apakah dia layak dipanggil orang atau mereka yang sama sahaja seperti yang digambarkan Allah ; mempunyai hati tetapi tidak mahu mendalaminya..mempunyai mata tetapi tidak mahu melihat...mempunyai telinga tetapi tidak mahu mendengar..perumpaan ini jelas di dalam Al-Quran..sekali dua saya masih boleh memaafkan dirinya..saya tidak pernah menanam hasad mahupun dengki kepada sesiapa..

selagi posting tersebut kekal di blognya, selagi itulah saya tidak tenteram dan agak tidak mampu untuk memaafkan dirinya..saya juga tidak redha atas komen-komen di blognya yang jelas memperlihatkan "kebodohan" pengkritik blognya..saya tidak terlibat langsung dalam masalah ini...acapkali IP saya disalah gunakan oleh orang-orang tertentu..jadi, saya membuat pengakuan terbuka, saya tidak terlibat langsung dan tidak pernah singgah langsung ke laman tersebut sehinggalah saya baru sahaja diberi tahu oleh seorang ikhwah yang sayangkan saya, dan meminta saya memperbetulkan keadaan..saya juga tidak punyai kepentingan langsung terhadap blog tersebut..saya juga tidak mengenali empunya blog tersebut..

dan kepada saudara yang menggunakan IP, BLOG dan ADD saya, saya juga tidak dapat memaafkan saudara..sehinggalah saudara mengaku bersalah dan membuat pengakuan ikhlas..saya sesekali tidak memarahi blogger tersebut kerana beliau telah diserang bertubi-tubi di blognya..tetapi, tindakan kurang cerdik dengan meletakkan IP orang tanpa usul periksa membuatkan saya rasa sedikit tercabar walaupun masih lagi mampu menahan marah..saya harap posting tersebut dibuang..sekiranya ia masih kekal di situ, saya tidak teragak-agak untuk mendapatkan bantuan Profesor dan Lecturer di kuliahnya yang saya amat rapat dengan mereka...


wallahua'lam..

semoga Allah mengampuni tuan blogger, pengkritik blogger tersebut dan mereka yang terlibat dengan "jenayah" ini..

wassalam..
Read more
1

Fatawa Syeikh Uthaymeen on Takfir (Individual/Group)

jawapan kepada gambar : ya..memang masih ada karat-karat tersebut..


Bismillah...

ada di kalangan para sahabat-sahabat yang saya sayangi..mereka dengan mudah dan dengan senang mengatakan para salafi suka mengkafirkan orang...tidak saya jumpai fatwa yang membenarkan takfir terhadap orang dari kalangan ulamak rabbaniyyin dari manhaj salafi..antaranya yang melarang keras perbuatan tersebut adalah Syeikhul Islam Uthaymeen rahimahullah taala..justeru itu, barang siapa yang suka mentakfir..maka, mereka bukan dari jajaran pejuang sunnah..biarpun mereka mengatakan mereka berdiri di atas manhaj salafi..

dan buat mereka yang suka menuduh bahawa mereka dari salafi suka mentakfir orang..membida'ahkan orang..mari kita baca fatwa syeikh salafi ini..agar anda benar-benar dapat membezakan siapa salafi dan siapa ultra-salafi..dan, jangan pula kerana segelintir sikap salafi yang keras dan suka membida'ahkan orang, kita bakul sampahkan habis "salafi" dan melabelkan mereka sebagai wahhabi..mengapa ini terjadi?

1)Bughoh - tidak memahami maqasid dan illah kepada dalil-dalil nas yang diwahyukan..

2)Anti-wahabi- tidak mengkaji dan hanya tahu menghujum..menyembunyikan sebahagian fatwa-fatwa dan menzahirkan sebahagian yang lain demi kepentingan peribadi..antaranya "membodohkan" salafiyyun, mengatakan mereka tidak memahami maqasid (walaupun ada segelintir) dan mengatakan al-imam Ibn Taimiyyah sebagai KAFIR DAN FASIQ DALAM AKIDAHNYA DAN FIQHNYA..

P/S : maaf..saya tidak taksub Ibn Taimiyyah..tetapi, beliau adalah dari jajaran ulamak mujaddid yang kamil..dan mutakamil..jadi, untuk apa anda yang belajar kitab 2,3,4-10 biji kemudian datang berceramah mengatakan ibn taimiyyah KAFIR atau FASIK..untuk apa kalian berbuat demikian..subhanallah..?

sekiranya mereka menjawab begini :
wahhabi dan syeikh Muhammad Ibn Abdul Wahhab sesat..

maka saya jawab :

apakah saudara cuba membutakan mata dan memekakkan telinga saudara terhadap fatwa-fatwa para tokoh dunia Islam Muqaddimin dan Mutaakhirin tentang perjuangan Islah Syeikh Muhammad Ibn Abdul Wahhab...Apakah Pengerusi Persatuan Ulamak Sedunia, Dr. Yusuf Qardhawi tidak nampak atau buta sehinggakan beliau memuji dakwah islah dan mengiktiraf Syeikh Muhammad Ibn Abdul Wahhab sebagai MUJADDID..?..nescaya ilmu kalian lebih cetek dan tersangatlah sedikit berbanding ilmu dan ketokohan Dr.
Yusuf Al-Qardhawi..saya bukan mengangkat Islam kerana ketokohan, cuma, saya mahu semua faham, apakah
KELAYAKAN kalian untuk melabelkan seseorang dengan "wahhabi" atau yang seumpamanya..koreksi dirimu atas timbangan apa kalian dengan mudah melabelkan orang..ketahuilah juga apakah anda sudah benar-benar di atas manhaj Rasulullah SAW dan yakin bahawa anda sudah dijamin ke syurga..perbanyakkanlah ilmu, ibadah dan dakwah..bukan banyak mencerca dan membuatkan orang ramai terus ketawa dan ketawa atas cercaan yang kita buat terhadap para ulamak...

Akhir sekali..apakah KELAYAKAN kalian untuk melabelkan orang..?..ijazah..MASTER..PhD..?..apapun "maqam" kalian wahai sahabat-sahabat melayu ku, ianya tidak lagi cukup untuk saudara membenarkan diri saudara melakukan penghujuman terhadap orang dan mentahzir serta melabelkan orang sesuka hati..tambah lagi dengan menuduh sesuatu yang tidak pun berkaitan pun dengan apa yang dibawa oleh mereka yang dituduh..bandingkan diri anda dengan para ulamak mujtahid dan juga mutakkhirin ini...anda mujtahid???maaf..saya tidak dapat menerima anda kiranya anda cuba untuk menjadi pentahkim atau qadhi dlm menghukumi saudara sesama Islam..wassalam..

Dr. Nik Mohd Abduh

ANTI-BUGHOH
ANTI-SIMPLISTIK
ANTI-GHULUW
ANTI-PELABEL
ANTI-LIBERAL
ANTI-KONSERVATIF


Question: O Shaikh, may Allaah preserve you and take care of you – what is the meaning of the statement of Shaikh ul-Islaam Ibn Taymiyyah, "Takfir of a specific individual requires specific evidence (takfir ul-mu’ayyan yahtaju ila dalil mu’ayyan)"?

Answer: You know, may Allaah bless you, that the (Shari’ah) rulings are sometimes associated with a description (wasf) and sometimes associated with an individual. For example we say, ‘Every believer is from the people of Paradise’. This is a general statement which is associated with a description, every believer is in Paradise and every disbeliever is in the Fire. However, do we say in the case of a specific individual, so and so is from Paradise? Do you say about this specific individual, so and so is from the people of Fire?

Hence, there is a difference between that which is associated with a description and that which is associated with an individual. When a person utters a statement of disbelief or commits an act of kufr, then we do not declare him to be a disbeliever until we look at what motivated him to do that.

Then, we behave with him (i.e. pass a ruling over him) based upon what his (specific) situation demands.

A man is compelled to prostrate to an idol, so he prostrates. And another is compelled to utter a statement of kufr, so he says it. Have both of these men disbelieved? No. Because Allaah has said,

Whoever disbelieved in Allâh after his belief, except him who is forced thereto and whose heart is at rest with Faith but such as open their breasts to disbelief, on them is wrath from Allâh, and theirs will be a great torment. [Nahl 16:106]

So His statement "Whoever disbelieves in Allaah after having faith" is inclusive of the one who disbelieves by words or deeds. So this man who prostrated to an idol under compulsion and the man who uttered a statement of disbelief under compulsion, is his action one of kufr or not? Yes, his action is one of kufr. But is he a kafir? No. This is because, there exists a preventative barrier that restrains from takfir, and that is compulsion.

And then [there is the case of] the man who exceeded in transgression against his own soul and who said to his family, ‘When I die, burn me and scatter my ashes into the sea’. He did this thinking that he will be saved from the punishment of Allaah by it. Then his family did what he had ordered them. And Allaah – the Mighty and Majestic – gathered his ashes together and brought him back and asked him ‘Why did you do it?’ He replied, ‘My Lord, I feared Your punishment’. And so Allaah forgave him. [Bukhari, Kitab ut-Tawhid].

The act of this man is one of kufr, why? Because he doubted in the power of Allaah, and doubted that Allaah is able to bring him together again and punish him. However, since the reason behind this act of his was his fear of the punishment of Allaah – the Mighty and Majestic – Allaah forgave him.

Hence, the meaning of the words of Shaikh ul-Islam – may Allaah have mercy upon him – it is said: the disbelief that is associated with a description, then judgement can be made by it in all circumstances, [such as] whoever disbelieves in Allaah will be in the Fire, whoever prostrates to an idol is a disbeliever, whoever says that there is another deity alongside Allaah is a disbeliever [and so on]. However, with respect to a specific individual, you must not make a judgement against him until you investigate; he could be ignorant and not know, or he could have made an interpretation (ta’wil) [that is incorrect], or there could be a situation in which he was made to utter words without actually intending them.

The Prophet – may the prayers and peace be upon him – informed us that Allaah rejoices more with the repentance of his servant than [the rejoicing of] a man who has lost his camel in the desert, seeking to find it but to no avail, so he despairs of finding it again. Then he rests under a tree and awaits death. And then he finds that the camel is tied to the tree by its reigns, so he takes it by the reigns and says out of extreme joy, ‘O Allaah you are my servant and I am your Lord.’ [Muslim]. This word here is a word of kufr since he claimed Lordship (rububiyyah) for himself and claimed Allaah is a servant. However, he did not actually intend this, but he was made to err on account of his great excitement and joy, and as the Prophet – may prayers and peace be upon him – said, ‘Allaah will not take him to account’.

Read more
0

Salafi dan Salaf..?

BERIKUT ADALAH FATWA SYEIKH UTHAIMIN RAHIMAHULLAH BUAT PARA SALAFI DAN MEREKA YANG MENISBAHKAN DIRI MEREKA KEPADA SALAFI..


P/S : COPY AND PASTE

Oleh: Al-‘Allamah Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin

Rasulullah saw bersabda, “Barangsiapa yang hidup setelahku, maka dia akan melihat perselisihan yang banyak. Oleh kerana itu, hendaklah kalian berpegang teguh dengan sunnahku....” Hadits ini memberi erti bahwa apabila muncul banyak golongan di tengah-tengah umat, maka jangan berafiliasi kepada satu golongan pun...Dulu muncul sekte-sekte, seperti Khawarij, Mu’tazilah, Jahmiyyah, Syi’ah, bahkan Rafidhah....Lalu, akhir-akhir ini muncul Ikhwaniyyun, Salafiyyun, Tablighiyyun, dan kelompok lain yang semisal dengannya.

Letakkanlah semua kelompok ini di samping kiri dan teruslah melihat ke depan, yaitu jalan yang ditunjukkan oleh Nabi saw, “Hendaklah kalian berpegang teguh terhadap sunnahku dan sunnah para Khulafaur Rasyidin.” Tidak diragukan, wajib atas semua kaum Muslimin untuk mengambil fahaman salaf, bukan berafiliasi pada golongan tertentu yang disebut “As-Salafiyyun”. Yang wajib adalah hendaknya umat Islam mengambil fahaman salafus salih, bukan membentuk golongan yang dinamakan “As-Salafiyyun”. Berhati-hatilah terhadap perpecahan! Ada jalan salaf, ada pula golongan yang disebut “As-Salafiyyun”.

Apa yang wajib?

Mengikuti salaf!

Mengapa?

Kerana ikhwah As-Salafiyyun adalah kelompok paling dekat dengan kebenaran. Tidak diragukan. Akan tetapi, permasalahan mereka seperti kelompok lainnya. Sebahagian individu kelompok ini saling menyesat-nyesatkan, membid’ahkan, dan memfasikkan. Kami tidak mengingkari hal ini apabila benar mereka layak untuk itu. Akan tetapi, kami mengingkari terapi (merawat) bid’ah-bid’ah tersebut dengan cara ini. Yang wajib adalah pemimpin-pemimpin kelompok ini berkumpul. Hendaknya mereka mengatakan, “Di antara kita ada Kitabullah ‘Azza wa Jalla dan Sunnah Rasul-Nya. Marilah kita berhukum pada keduanya; bukan pada hawa nafsu, pendapat-pendapat, dan tidak pula kepada Fulan dan Fulan.”


Setiap orang bisa salah dan bisa benar meski seberapa banyak ilmu dan ibadahnya. Akan tetapi, jaminan kema’shuman hanya pada agama Islam. Nabi saw memberikan petunjuk dalam hadits ini untuk menempuh jalan yang menyelamatkan manusia; bukan berafiliasi kepada kelompok apa pun, kecuali kepada jalan salafus shalih, yaitu sunnah Nabi saw dan para Khulafaur Rasyidin yang mendapat petunjuk.

Dari buku: Beda Salaf dengan Salafi/Kasyfu Al-Haqaiq Al-Khafiyyah ‘Inda Mudda’I As-Salafiyyah karya Mut’ab bin Suryan Al-‘Ashimi.

Read more
0

Holland Dalam Igauan..~






assalamualaikum...

saya tidak akan menyeru mana-mana pihak untuk memboikot barangan keluaran Holland..akan tetapi saya akan berasa hati dan tidak tenang sekiranya ada kalangan kita yang tidak langsung sensitif atas apa yang telah berlaku kepada kita semua...boikot atau tidak..masing-masing dengan pandangan masing-masing..manusia banyak yang suka berkata-kata..tetapi tak ramai yang cuba untuk beramal..jadi..berusahalah untuk menjernihkan kekeruhan yang telah Geert Wilders lakukan kepada umat Islam..dan agama ini...

Dr. Nik Mohd Abduh

MARI LIHAT VIDEO INI : www.nkusa.org..messages to GEERT WILDERS..





-END-
Read more
1

Hentikanlah Penghinaan Terhadap Syeikh Muhammad Ibn Al-Wahhab..


MEREKA SEMUA DI BAWAH INI MEMBELA AL-ALLAMAH IMAM SYEIKH MUHAMMAD IBN AL-WAHHAB.....ANDA?

Dr. Syeikh Muhammad Al-Ghazali

Dr. Syeikh Safar Hawali

Dr. Syeikh Salman Audah

Penulis Buku La Tahzan : Dr. 'Aidh Ibn Abdullah Al-Qarni

Dr. Wahbah Zuhaily

Dr. Yusuf Al-Qaradhawi

....................................................................


يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِنْ جَاءَكُمْ فَاسِقٌ بِنَبَإٍ فَتَبَيَّنُوا أَنْ تُصِيبُوا قَوْمًا بِجَهَالَةٍ فَتُصْبِحُوا عَلَى مَا فَعَلْتُمْ

"Wahai orang-orang yang beriman sekiranya datang kepada kamu orang fasik dengan berita-berita maka siasatlah (terlebih dahulu) kebenarannya (kerana bimbang) kalau-kalau kamu mengenai sesuatu kaum tanpa pengetahuan, lalu kamu menyesal atas perbuatanmu
(al-hujurat:6)


Saya sepatutnya menulis tentang isu-isu global dan melupakan isu-isu sebegini sepertimana yang disarankan oleh Al-Allamah Dr. Yusuf Al-Qaradhawi hafizahullah taala. Tetapi, apabila krisis ini semakin kuat melanda bumi mesir dan lebih-lebih lagi sampai tahap mengkafirkan Syeikh Muhammad Ibn Wahhab, jadi, saya tidak teragak-agak untuk membela beliau. InsyaAllah, dilain kesempatan, saya juga akan menyentuh isu-isu lain seperti artikel-artikel lama saya. Keseimbangan dan prioriti itu sangat perlu diambilkira..

Berikut adalah nukilan para ulamak yang antum
(maaf sekiranya tidak termasuk. Ditujukan khas buat mereka yang tidak menjaga adab terhadap ulamak. Kalau saudara tidak termasuk, alhamdulillah) juga sedia maklum ketokohan mereka.. Ini ulasan dan komentar para ulama' agung di zaman kita tentang dakwah dan pergerakan islah yang dipelopori oleh Syeikh Muhammad Ibn Al-Wahhab..Ramai yang mendakwa diri mereka (dari kalangan sahabat-sahabat azhar saya di tempat pengajian saya) mengikut Al-Ikhwanul Muslimin dalam masa yang sama mencerca Syeikh Muhammad Ibn Al-Wahhab..Sedangkan para pejuang Al-Ikhwanul Muslimin sangat-sangat mengiktiraf dakwah Syeikh Muhammad Ibn Al-Wahhab dan menyayanginya..saya juga ikhwan dan saya juga penuntut ilmu yang terkesan dengan dakwahnya..hampit ke semua pergerakan Islam dan Tajdid di Malaysia mahupun dunia terkesan dengan dakwahbeliautermasuklahAl-Ikhwanul-Muslimin:

Dr. Yusuf Al-Qaradhawi hafizahullah

قال الشيخ يوسف القرضاوي في كتابه (فقه الأولويات ) : "

الإمام ابن عبد الوهاب
فالإمام محمد بن عبد الوهاب في الجزيرة العربية كانت الأولوية عنده للعقيدة، لحماية حمى التوحيد من الشركيات والخرافيات التي لوثت نبعه، وكدرت صفاءه، وألف في ذلك كتبه ورسائله، وقام بحملاته الدعوية والعملية في هدم مظاهر الشرك

Berkata Syeikh Yusuf Qardhawi dalam kitabnya ( Fiqh Aulawiyyat) :

".....Bagi al-Imam Muhammad bin ‘Abd al-Wahhab di Jazirah Arab perkara akidah adalah menjadi keutamaannya untuk memelihara benteng tauhid dari syirik yang telah mencemari pancaran tauhid dan dikotori kesuciannya. Beliau telah menulis buku-buku dan risalah-risalah dalam perkara tersebut. Beliau bangkit menanggung bebanan secara dakwah dan praktikal dalam memusnahkan pelbagai fenomena /gambaran - gambaran syirik...."

sumber :
http://www.qaradawi.net/site/topics/article.asp?cu_no=2&item_no=957&version=1&template_id=89&parent_id=1


sila klik pada gambar untuk enlargement..Dr.Yusuf Qardhawi, Thaqafah Dai'eh, Cetakan : Maktabah Wahbah, ms 92..kitab ini seringkali dibaca dalam kelas-kelas agama tetapi seringkali tidak disebut oleh mereka yang anti-wahabi..dan adakah mereka sengaja menyembunyikannya daripada pengetahuan orang awam yang jahil seperti saya..?..untuk apakah hal ini disembunyikan..?


قال الشيخ يوسف في (ثقافة الداعية – مؤسسة الرسالة – الطبعة الأولى 1417 هـ - ص 107 ) : ( ينبغي الاهتمام بحركات الإصلاح والتجديد في تاريخ الإسلام ، وبرجال التجديد الذين يبعثهم الله بين حين وآخر في هذه الأمة ليجددوا لها دينهما ، أياً كان لون هؤلاء الرجال واتجاههم ، فقد يكون منهم الخلفاء كعمر بن عبدالعزيز ، أو السلاطين والأمراء كنور الدين وصلاح الدين أو الفقهاء والدعاة كالشافعي والغزالي وابن تيمية وابن عبدالوهاب ، وقد يكون المجدد فرداً وق يكون جماعة أو مدرسة اصلاحية يبرز بها اتجاه في الإصلاح له سماته وخصائص


Berkata Syeikh Yusuf Qardhawi dalam ( Thaqafah Dai'yah - Muassasah Risalah - Cetakan I) :"...dan pemuda pembaharuan yang dibangkitkan oleh Allah pada umat ini untuk memperbaharui baginya urusan agamanya............ada di kalangan mereka yang menjadi khalifah seperti Umar Ibn Aziz, atau sultan dan pemimpin seperti Nuruddin dan Salahuddin ataupun fuqaha' dan dai' seperti Al-Imam As-Syafie, Imam Al-Ghazali, dan Ibn Taimiyyah dan Syeikh Muhammad Ibn Wahhab...mereka menjadi mujaddid berseorangan...kadang-kadang (dalam bentuk) berkumpulan atau madrasah reformasi/islah...."

وقد وصف د . يوسف القرضاوي ابن عبد الوهاب بشيخ الإسلام في كتابه حقيقة التوحيد. وقد قام أحد الإخوة بنقل الكتاب كاملا على هذا الراب

"...Dr. Yusuf Al-Qardhawi telah menyifatkan "syeikhul Islam" kepada Muhammad Ibn Abd. Wahhab dalam kitabnya Haqqeeqah At-Tauhid/ Hakikat Tauhid.."

sumber : http://www.ikhwan.net


وهذا كلام د. يوسف : ( ألا يتخذ غير الله ولياً يحبه كحب الله ، قال تعالى: ( قل أغير الله أتخذ
ولياً فاطر السموات والأرض ) ؟ .وقال تعالى : ( ومن الناس من يتخذ من دون الله أنداداً يحبونهم كحب الله ، والذين آمنوا أشد حباً لله ). إلى أن قال تعالى في شأنهم : ( كذلك يريهم الله أعمالهم حسرات عليهم ، وما هم بخارجين من النار ) . والمعنى : أنهم يحبون أندادهم وأولياءهم حباً ممتزجاً بالخضوع والخوف والتعظيم الذي لا يجوز أن يكون إلا لله . وقال شيخ الإسلام محمد بن عبد الوهاب : ذكر أنهم يحبون أندادهم كحب الله ، فدل على أنهم يحبون الله حباً عظيماً ولم يدخلهم في الإسلام ، فكيف بمن أحب الند أكبر من حب الله ؟ وكيف بمن أحب الند وحده ولم يحب الله ؟؟ )

1 – قال د. يوسف القرضاوي في كتابه (الصحوة الإسلامية وهموم الوطن العربي والإسلامي تحت عنوان حركات التجديد والدعوة وأثرها في الصحوة - دار الصحوة للنشر والتوزيع- القاهر - ص 32 ):
( أن الصحوة المعاصرة التي نشهد آثارها ومظاهرها اليوم ، لم توجد من فراغ ، ولا ولدت دفعة واحدة ، ولا كانت " نباتاً شيطانياً " ظهر وحده ، بغير زراع ولا راع كما تصور بعض الناس .
إن هذه الصحوة امتداد وتجديد لحركات إسلامية ، ومدارس فكرية وعملية ، قامت من قبل ، انقرض بعضها ولا زال بعضها قائماً بصورة ، أو بأخرى حتى اليوم ، حركات قام عليها رجال صادقون ، حاول كل منهم أن يجدد الدين ، أو يحيى الأمة ، في بقعة معينة أو أكثر من بقعة من أرض الإسلام ، أو في جانب معين أو أكثر من جانب من جوانب الحياة ، في الاعتقاد أو الفكر أو السلوك .

يذكر التاريخ منهم مجدد الجزيرة العربية باعث الدعوة السلفية ، خريج المدرسة الحنبلية الشيخ محمد بن عبد الوهاب (ت 1206 هـ /1792 م)

.............................................................................

Dr. Aidh Al-Qarni :

Pengarang Kitab La Tahzan dan Tersenyumlah..khas buat para pencinta buku Janganlah Bersedih

د/عائض القرني-حفظه الله- في نونيته:

ومجدد الإسـلام في هذا الورى .. أعني التميمي ناصر الإيمانِ
رحم الإلهُ محمداً في لحدهِ … خضم الضلال مهدِّم الأوثان
في نجد أشرق نورهُ متوهجاً … بل شعَّ من هندٍ إلى تطوانِ
فعلى عقيدتهم بنيتُ عقيدتي … وعلى رسائلهم فتقت لساني
أقفو طريقتهم ونهجي نهجهم … دوماً وأبرأ من أخي كفرانِ
أهل الضلالةِ هم خصومي دائماً … لا يلتقي بمحبةٍ خصمان
ولكل مبتدع أقول مجلجلاً … أنا صارمٌ يفري الرقاب يماني
أسلمت نفسي للذي برأ الورى … وبرئت من شركٍِ ومن طغيان
ورضيت بالقرآن والسنن التي … جاءت بفهمِ صحابة العدناني

..............................................................................

Dr. Wahbah Az-Zuhaily

Ulamak Syria

الدكتور السوري وهبة الزحيلي -حفظه الله في كتابه [تأثر الدعوات الإصلاحية الإسلامية بدعوة الشيخ محمد بن عبدالوهاب]

(كان من أجرأ أصوات الحق ، وأكبر دعاة الإصلاح ، والبناء والجهاد لإعادة تماسك الشخصية الإسلامية وإعادتها لمنهج السلف الصالح: دعوة الشيخ محمد بن عبدالوهاب في القرن الثاني عشر الهجري (الثامن عشر الميلادي) لتجديد الحياة الإسلامية ، بعد ما شابها في أوساط العامة من خرافات ، وأوهام ، وبدع ، وانحرافات ، فكان ابن عبدالوهاب بحق ، زعيم النهضة الدينية الإصلاحية المنتظر ، الذي صحح موازين العقيدة الإسلامية الناصعة ، وأبان حقيقة الوحدانية والوحدة والتوحيد الخالص لله عز وجل ، وأن العبادة هي التوحيد ، وحوّل الشراع رأساً على عقب ، للعمل الكامل بالقرآن والسنة ونبذ مظاهر الترف والبدع ، وتحطيم ما علق بالحياة الإسلامية من أوهام ، والعودة إلى الحياة الإسلامية الأولى المبسطة التي لا تعرف غير الجهاد الدائم منهجاً ، وقصد مرضاة الله مسلكاً ، وألتزم أخلاق الإسلام قانوناً ومظهراً ، وبروز دور العقل والفكر ، والجد والعلم والاجتهاد فيما لا نص فيه أو ما فيه نص ظني ، بغية تقدم الأمة ، وتصحيح مسار حياة العامة التائه أحياناً ، لأن دين الإسلام لا يعرف الخرافة والجهل والضلالة ، فكانت أعمال ابن عبدالوهاب وثبة وجبارة ، وقفزة رائعة لتصحيح خطأ الناس في العقيدة والعبادة ، في وسط شوهت فيه مبادئ الإسلام ومناهج

…dakwah syeikh Muhammad Ibn Abdul Wahhab pada kurun ke-12 hijrah adalah antara suara kebenaran yang paling berani dan (beliau) merupakan pendakwah pembaharuan, pembinaan dan merupakan jihad yang paling besar bagi mengembalikan keteguhan pegangan individu muslim terhadap manhaj salaf, untuk memperbaharui kehidupan Islam di kalangan masyarakat awam yang telah pun tercemar dengan khurafat, waham, bida’ah dan penyelewengan…dan beliau dengan kebenaran, dan pembaharu agama yang ditunggu-tunggu..”

.................................................................................

Dr. Muhammad Ibn Al-Hassan

علامة المغرب سيدي محمد بن الحسن الحجوي

وصاحب موضوع هذه المحاضرة القيمة من أوفر الناس حظاً وأرجحهم كفةً في ميادين الدعوة والإصلاح ، وقد طبقت شهرته الآفاق حتى كتب عنه القاصي والداني مما سيراه القارئ ، في غضون المحاضرة من التنبيه على ذلك ، من كتّاب شرقيين ؛ بل قد كتب عنه أحد علماء المغرب العلامة سيدي محمد بن الحسن الحجوي الثعالبي مدرس العلوم العالية بالقروية ، وفيما ألقاه فضيلته بنادي الخطابة الأدبي بفاس ربيع الثاني عام 1336هـ في كتابه عن نشأة الفقه الإسلامي وتطوراته ، وترجم لأعلام العالم الإسلامي ومنهم الشيخ المحاضر عنه وعن دعوته ، وذلك في كتابه [ الفكر السامي في تأريخ الفقه الإسلامي ] : جزء 4 صفحة 196 فقرة 1011 تحت عنوان [أبو عبدالله محمد بن عبدالوهاب التميمي النجدي] ولد في مدينة العيينة أقليم العارض بنجد سنة 115هـ وربى بحجر أبيه ، ثم أنتقل إلى البصرة لإتمام دروسه ، فبرع في علوم الدين ، واللسان وفاق الأقران ، واشتهر هناك بتقوى وصدق التدين ...

ثم قال:
عقيدته : السنـــة الخالصـة ، على مذهب السلف المتمسكين بمحض القرآن والسنة لا يخوض التأويل والفلسلفة ولا يدخلهما في عقيدته.

"...Aqeedahnya : Sunnah, di atas mazhab salaf yang berpegang kepada Al-Quran dan Sunnah tanpa bermain dengan takwil dan falsafah dan tidak juga memasukkan keduanya ke dalam akidahnya..."


وفي الفروع : مذهبه حنبلي غير جامد على تقليد الإمام أحمد ، ولا من دونه ؛ بل إذا وجد دليلاً أخذ به ، وترك أقوال المذهب فهو مُستقل الفكر في العقيدة والفروع معاً.

إلى أن قال:
وكان قوي الحال ذا نفوذ شخصي وتأثير نفسي ، ولذا كان يأمر بالمعروف وينهى عن المنكر ، وهو متفرد عن عشيرته في البصرة. نقلاً عن مقدمة علامة مصر محمد عطية سالم في تقديمه لكتاب : الإمام محمد بن عبدالوهاب دعوت

........................................................................

Dr. Syeikh Muhammad Bahjah Al-Baitar

Ulamak Syam

علامة الشام ،الشيخ/ محمد بهجة البيطار(من كتابه: حياة شيخ الاسلام ابن تيمية ص200 ): ليس للوهابية ولا للامام محمد بن عبد الوهاب مذهب خاص ولكنه رحمه الله كان مجددا لدعوة الاسلام ومتبعا لمذهب احمد بن حنبل


"....Tidak bagi Wahhabiyyah dan tidak juga bagi Al-Imam Muhammad Bin Abdul Wahhab satu mazhab khas akan tetapi beliau brahimahullah merupakan mujaddid bagi dakwah Islam dan pengamal/pengikut mazhab Imam Ahmad ibn Hanbal....."

..................................................................................................................

Dr. Syeikh Ali At-Tantawi :

على الطنطاوي في كتابه (( محمد بن عبد الوهاب )):

ذكر فشو البدع قبل ولادة الشيخ ((محمد)) كما قال ، واعتقد الناس النفع والضرر بالرسول والصالحين ، وبالقبور والأشجار ، والقباب والمزارات ، فيطلبون منهم الحاجات ، ويرجعون في الشدائد إليهم ، وينذرون لهم ، ويذبحون لهم ، واشتد تعظيم الأموات .وكان حظ نجد في هذه الجاهلية الجديدة أكبر الحظوظ .
فقد اجتمع على أهله الجهل والبداوة ، والفقر ، والانقسام في كل ناحية من نواحي نجد ، من الأمراء بمقدار ما كان فيها من القرى .ففي كل قرية أمير ، وفي كل ناحية جمعية أمم .وكان في كل إمارة قبر ، عليه بناء ، أو شجرة لها أسطورة .
يقوم عليها سادن من شياطين الإنس ، ويزين للناس الكفر ويدعوهم إلى الاعتقاد بالقبر والذبح له ، والتبرك به ، والدعاء عنده .ثم ذكر شجرة تسمى شجرة الذئب ، وقبر (( زيد بن الخطاب )) وذلك على سبيل المثال .
قال:وكان العلماء قلة،والحكام عتاه ظلمة،والناس فوضى يغزو بعضهم بعضاً،ويَعْدُو قويهم على ضعيفهم
في تلك البيئة نشأ محمد بن عبد الوهاب رحمه الله فرأى شمس الإسلام إلى أفول ، ورأى ظلمة الكفر إلى امتداد وشمول .
وأراد الله له الخير فقدر له أن يكون أحد الذين أخبر الرسول أنهم يبعثون ليجدودوا لهذا الأمة دينها ، بل لقد كان أحق بهذا الوصف من كل من وصف به في تاريخنا .فقد حقق الله على يديه عودة نجد إلى التوحيد الصحيح ، والدين الحق والألفة بعد الاختلاف ، والوحدة بعد الانقسام .ولا أقول : إن الرجل كامل ، فالكمال لله ولا أقول إنه معصوم فالعصمة للأنبياء .
ولا أقول: إنه عار عن العيوب والأخطاء .ولكن أقول:إن هذه اليقظة،التي عمت نجداً ،ثم امتدت حتى جاوزته إلى أطراف الجزيرة ، ثم إلى ما حولها ، ثم امتدت حتى وصلت إلى آخر بلاد الإسلام ليست إلا حسنة من حسناته عند الله إن شاء الله ا هـ

"..dengan tangannya..Allah telah mengembali Najdi kepada tauhid yang suci dan agama yang benar..mencapai keharmonian selepas berlakunya ketegangan dan kesatuan setelah berkalunya perpecahan..kesedaran yang telah dibawa ke Najdi sampai ke Jazirah Arab dan ke seluruh dunia Islam...ia adalah satu amal soleh Ibn Abdul Wahhab kepada Allah..insyaAllah..."

............................................................

Dr. Syeikh Muhammad Abdah

Mufti Mesir

لأستاذ الأمام محمد عبده

يقول الشيخ حافظ وهبة في كتابه (( 50عام في جزيرة العرب )) . وهو يتحدث عن طلبة العلم في الأزهر أنه سمع الأستاذ الإمام محمد عبده مفتي مصر يثني في دروسه بالأزهر على الشيخ محمد عبد الوهاب ، ويلقبه بالمصلح العظيم ، ويلقي تبعة وقف دعوته الإصلاحية على الأتراك وعلى محمد علي الألباني لجهلهم ومسايرتهم لعلماء عصرهم ممن ساروا على سنة من سبقهم من مؤيدي البدع والخرافات ومجافاة حقائق الإسلام .

Sheikh Muhammad Hafiz Wahbah berkata ( 50 tahun di tanah Arab ). Dia berbicara mengenai "..menuntut ilmu" di Azhar dan dia pernah mendengar daripada Al-Ustaz Imam Muhammad 'Abdah yang juga seorang mufti mesir yang memuji di dalam sesi pengajarannya di Azhar tentang Sheikh Muhammad Abdul Wahab.
Dan beliau menggelarkan Sheikh Muhammad Abdul Wahab sebagai Pengislah yang Agung. Beliau juga

...................................................................................

Al-Allamah Muhammad Rashid Redha

السيد محمد رشيد رضا :

قال في التعريف بكتاب (( صيانة الإنسان )) بعد أن ذكر فشو البدع بسبب ضعف العلم والعمل بالكتاب والسنة ، ونصر الملوك والحكام لأهلها . وتأييد المعممين لها . قال رحمه الله ما نصه :

الشيخ محمد بن عبد الوهاب رحمه الله :

لم يخل قرن من القرون التي كثر فيها البدع من علماء ربانيين ، يجددون لهذه الأمة أمر دينها بالدعوة والتعليم وحسن القدوة ، وعدول ينفون عنه تحريف الغالين وانتحال المبطلين ، وتأويل الجاهلين ، كما ورد في الأحاديث .
ولقد كان الشيخ محمد بن عبد الوهاب النجدي ، من هؤلاء العدول المجددين قام يدعون إلى تجريد التوحيد ، وإخلاص العبادة وحده ، بما شرعه في كتابه وعلى لسان رسوله خاتم النبيين صلى الله عليه وسلم . وترك البدع والمعاصي وإقامة شعائر الإسلام المتروكة وتعظيم حرماته المنتهكة المنهوكة.

Berkata Syeikh Rashid Redha dalam takrif kitabnya (Siyanah Al-Insan) :

Syeikh Muhammad Ibn Abdul Wahhab rahimahullah..

"..tidak sunyi daripada satu kurun daripada kurun-kurun yang terdapat di dalamnya bida'ah yang mana ada di kalangan ulamak rabbaniyyin yang akan memperbaharui bagi umat ini urusan agamanya dengan dakwah, pengajaran dan contoh teladan yang baik…mereka adalah orang-orang yang dipercayai yang akan mempertahankan agama daripada penyelewengan golongan yang ekstrim, korup dan para pentakwil yang jahil seperti yang disebut di dalam hadith…dan sesungguhnya Syeikh Muhammad Ibn Abdul Wahhab An-Najdi adalah dari kalangan mujaddid yang bangun berdakwah dan menyeru kepada permurnian tauhid dan ikhlas ibadah hanya kepada-NYA sahaja seperti mana telah disyariatkan dalam kitab-NYA dan Rasul-NYA penghulu segala nabi (Nabi Muhammad SAW)..Ibn Abdul Wahhab menyeru supaya meninggalkan bida’ah serta maksiat dan menegakkan syiar Islam yang sudah lama ditinggalkan….beliau menyeru supaya menghormati dan meninggikan Islam yang telah dicabul dan dihina..walaubagaimana pun, 3 kuasa ini yang terdiri daripada pemerintah, kuasa ulamak2 jahat di belakang pemerintah dan kuasa orang awam yang menentang..ketiga-tiga kuasa ini berpakat menentang syeikh Muhammad Ibn Abdul Wahhab..senjata terbaik mereka terhadap Muhammad Ibn Abdul Wahhab adalah menyebarkan bahawa Muhammad Ibn Abdul Wahhab membawa ajaran yang bertentangan dengan majoriti umat Islam..”

من هؤلاء المسلمون الذين خالفهم الشيخ محمد بن عبد الوهاب في دعوته ؟

هم أعراب في البوادي شر من أهل الجاهلية يعيشون بالسلب والنهب ويستحلون قتل المسلم وغيره ، لأجل الكسب ، ويتحاكمون إلى طواغيتهم في كل أمر،ويجحدون كثيراً من أمور الإسلام المجمع عليها ، التي لا يسع مسلماً جهلها ، إلى آخر ما قال ، عليه رحمه الله ذى الجلال

Siapakah kalangan mereka yang menentang Syeikh Muhammad Ibn Abdul Wahhab dalam dakwahnya..?

Jawabnya : "...mereka adalah dari kalangan arab badwi yang lebih buruk daripada (jahat) orang-orang kalangan ahli jahiliyyah dahulu yang hidup hanya merompak..menyerang..dan mereka membenarkan membunuh orang Islam mahupun bukan Islam hanya untuk mencari nafkah hidup...mereka mengambil orang zalim sebagai hakim dalam setiap perkara dan menidakkan dalam banyak hal berkenaan Islam yang sudahpun dipersetujui antara ulama, iaitu hal yang tidak seorang muslim pun boleh mengatakan mereka tidak mengetahunya..."


...............................................................................................................

Dr. Syeikh Salman Audah

موقف الشيخ سلمان بن فهد العودة

قال الشيخ سلمان بن فهد العودة المشرف العام على موقع الإسلام اليوم في كتابه (جزيرة الإسلام - مكتبة الرشد ناشرون - الطبعة الأولى - ص 59 ) : ( أن لهذه الجزيرة من العلم والعلماء والتجديد والمجددين أوفر نصيب عبر الزمان : ولقد كان كثير من أهل العلم يجاورون بمكة أو بالمدينة ، وقلّ أن تجد عالماً إلا دخل أرضها ، وزارها وأقام فيها . ولعل ختام المسك دعوة المجدد محمد بن عبد الوهاب رحمه الله التي أنعم الله بها على هذه الجزيرة ، وجدّد لها بها دينها. وقال في نفس المصدر السابق ص 60 : أما هذه الجزيرة فإنها منذ دعوة الشيخ محمد بن عبد الوهاب رحمه الله إلى اليوم لا تزال تعيش - إجمالاً - أوضاعاً جيدة ، وتنتقل من خير إلى خير ، ولا يزال العلم والعلماء، والدعاة ، وطلبة العلم ، والحلقات والدروس العلمية قائمة على قدم وساق ، لم يمر بها خلال ذلك فترة ركود أو خمول أو انهيار ، ولم تمن بتسلط الفساد والمفسدين علانية . وإنها لنعمة كبيرة : أن يسبق تيار الخير تيار الفساد.


Syeikh Salman bin Fahd Al Audah

Musyrif Am Laman Islam Hari ini di dalam kitabnya ( Semenanjung Islam - Maktabah Ar Rashdi Nasyirun - Cetakan Pertama - Muka surat 59 : Hakikatnya semenanjung ini adalah daripada ilmu dan ulama' dan perubahan serta pengislah yang saling mewarisi sejak zaman berzaman. Terdapat banyak ilmuan - ilmuan disekeliling mekah dan madinah, dan hanya sedikit ilmuam yang akan kamu temui melainkan di dua tanah suci itu dan kamu menziarahinya dan tinggal di situ. Semoga penghujung yang manis bagi pengislah terkenal Syeikh Muhammad Abdul Wahab yang telah Allah kurniakan kepadanya tanah air ini. Beliau telah berusaha mengislahnya dan penduduknya kepada agama dan pegangan yang sebenar . Syeikh Salman juga berkata di dalam kitab yang sama di muka surat 60, " Adapun Semenanjung ini semenjak kehadiran da'wah Syeikh Muhammad Abdul Wahhab hinggalah sekarang kehidupan penduduknya amat memuaskan. Kebaikan yang ada bertambah - tambah baik. Malah ilmu, ulama' penda'wah, penuntut ilmu, majlis pengajian masih dan terus berjalan dengan maju dan teratur. Tidak pernah pula terjadi suatu yang merugikan atau kemelesetan malah keruntuhan atau kejatuhan di sepanjang kehadirannya hingga kini. Malah tidak pernah singgah kejahatan apatah lagi secara terang - terangan. Benarlah sesungguhnya da'wahnya itu ni'mat yang amat besar dan berma'na. Arus kebaikan mendahului arus kejahatan..."

.......................................................................................................

Dr. Syeikh Safar Hawali

قال الشيخ سفر الحوالي ( ظاهرة الإرجاء في الفكر الإسل ) : ( والخلاف في مسألة الإيمان -مع كونه أول خلاف في الملة- ظل من أعظم قضايا الخلاف بين هذه الأمة في عصورها كلها، وفي مطلع العصر الحديث أصبحت أعظم القضايا التي تشغل بال هذه الأمة، وذلك منذ أن ظهرت دعوة الشيخ محمد بن عبد الوهاب رحمه الله التي أعادت الحنيفية جذعة نقية


sumber : http://www.alhawali.com/index.cfm?fuseaction=paragraphs&paragraphid=153
..........................................................................................................................

Dr. Syeikh Muhammad Al-Ghazali

موقف الشيخ محمد الغزالي

قال الشيخ محمد الغزالي رحمه الله في كتابه (الدعوة الإسلامية تستقبل قرنها الخامس عشر –مكتبة وهبة – الطبعة الثالثة – 1410 هـ ص 52 ) :
( ومع أننا نعيب على العرب تقاعسهم في خدمة الثقافة الإسلامية الصحيحة إبّان هذه القرون الهامدة من الحكم التركي ، إلا أننا نذكر أن الحركة الوحيدة التي نهض بها العرب لإصلاح العقائد والعبادات ومحو ما شابها من زيغ وانحراف قاومتها الدولة بالسيف حتى أجهزت عليها . . نعني حركة الإصلاح التي قام بها محمد بن عبد الوهاب في جزيرة العرب ... )

قال الشيخ محمد الغزالي رحمه الله في كتابه مائة سؤال عن الإسلام - الناشر دار ثابت للنشر والتوزيع - الطبعة الرابعة : محرم 1410 هـ - أغسطس 1989 م - ص 313 :
رفع محمد بن عبد الوهاب شعار التوحيد ، وحق له أن يفعل ! فقد وجد نفسه في بيئة تعبد القبور ، وتطلب من موتاها ما لا يطلب إلا من الله سبحانه ..
وقد رأيت بعيني من يقبلون الأعتاب ويتمسحون بالأبواب ويجأرون بدعاء فلان أو فلان ، كي يفعل كذا وكذا ! ما هذا الزيغ ؟ ما الذي أنسى هؤلاء ربهم ؟ وصرفهم عن النطق باسمه والتعلق به ؟ وماذا يرجو العبيد من عبد مثلهم لا يملك لنفسه نفعا ولا ضرا ؟ إنه لو كان حيا ما ملك لهم شيئاً ، فكيف وهو ميت ؟ .. )

...................................................................................

Putera Thaaqib Arsalan...

الأمير شكيب أرسلان في الجزء الرابع من حاضر العالم الإسلامي تحت عنوان ( تاريخ نجد الحديث ) ذكر ولادة الشيخ محمد بن عبد الوهاب

ثم قال : طلب محمد بن عبد الوهاب العلم في دمشق (1) ورحل إلى بغداد والبصرة ، وتشرب مبادئ الحافظ حجة الإسلام ابن تيمية ، وتلميذه ابن القيم ، وابن عروة الحنبلي ، وغيرهم من فحول أئمة الحنابلة ، وأخذ يفكر في إعادة الإسلام لنقاوته الأولى ،فلذلك،الوهابية يسمون مذهبهم عقيدة السلف (2) ومن هناك أنكر الاعتقاد بالأولياء وزيارة القبور (3) والاستغاثة بغير الله ، وغير ذلك مما جعله من باب الشرك واستشهد على صحة آرائه بالآيات القرآنية والأحاديث المصطفوية ، ولا أظنه أورد ثمة شيئاً غير ما أورده ابن تيمية . انتهى .

[1]أراد الذهاب إلى الشام ، فقلت نفقته فرجع من بغداد
[2] -
نعم ولهم الحق لأنهم لم يخالفوا السلف قيد أنملة ، وكتبهم ناطقة بذلك .
[3] -
لم ينكر الزيارة المطلوبة شرعاً المقصود بها تذكر الإنسان الموت والدار الآخرة والدعاء للمقبور : وإنما أنكر الزيارة البدعية المشتملة على الإشراك ، كالاستغاثة ، أو وسائل الشرك كالصلاة لله عند القبور والدعاء عنده

Dalam buku sejarah kontemperer dunia Islam ( Hadhir Al-'Aalam Al-Islami) - Jilid ke-4, Thaaqib Arsalan telah menulis :

"...Muhammad Ibn Abdul Wahhab menuntut ilmu di Damsyik, Baghdad dan Basrah. Dia memeluk prinsip-prinsip, "..Hujjatul Islam.." yang juga dipegang oleh Imam Ibn Taimiyyah, muridnya Ibn Al-Qayyim serta juga Ibn Urwah Al-Hambali serta lain-lain ulama Hanbali terkenal. Kemudian dia bercita-cita mengembalikan kemurnian Islam...kerana itulah wahhabi menyebut mazhab mereka adalah Aqidah As-Salaf..Muhammad Ibn Abdul Wahhab menolak pemujaan kepada wali, menziarahi kubur serta menyeru kepada Allah untuk meminta pertolongan serta lain-lain amalan yang dilihat sebagai mensyirikkan Allah..dia menegaskan pendapatnya dengan memetik ayat2 al-quran dan hadith-hadith yang berkaitan..saya tidak percaya bahawa beliau menyeru lebih daripada apa yang diseru oleh Al-Imam Ibn Taimiyyah..."

3)..syeikh muhammad ibn abdul wahhab tidak menginkari ziarah kubur yang dituntut (dibolehkan) syarak seperti untuk manusia mengingati mati, hari akhirat dan doa (kesejahteraan) kepada mereka yang sudah mati..

KESIMPULANNYA :

Kebanyakan yang mencerca mereka adalah di kalangan mereka yang tidak pun habis lagi ijazah mereka .....mahupun yang sedang mengambil MASTER. Bukan semua, akan tetapi, ia sering dilaungkan di setiap kali adanya perbincangan ilmu di tempat saya. Bandingkanlah ilmu mereka dengan ilmu anda...Apatah lagi mereka dan sahabat-sahabat saya di Malaysia yang bukan dalam bidang agama seperti saya..Jagalah adab ketika bertutur tentang ulamak..Janganlah jadi seperti orang yang suka mengutip cerita dari mulut kemudian menyebarkannya..apakah kita tidak boleh meniru sikap wasatiyyah Dr. Yusuf Qardhawi, Syeikh Ali Tantawi, Dr. Salman Audah dan lain-lain jajaran ulamak ASWJ..?

Moga Allah mengampuni saya dan anda serta terus merahmati perjuangan yang telah dimulakan oleh Syeikh Muhammad Ibn Al-Wahhab..saya sudah tentu tiada ilmu dan dengan itulah saya tidak mencerca dakwah beliau kerana saya yakin syeikh Muhammad Ibn Al-Wahhab merupakan mujaddid dan ulamak besar Islam..semoga Allah mengampuni diri saya sekiranya ada tersilap dalam menterjemah kata-kata ulamak di atas...

rawatlah diri kita atas kekerasan dan juga ketaksuban yang menyelubungi diri kita..ummah telah lama tercedera..jangan ditambah lagi luka yang belum pun lagi sembuh....

Dr. Nik Mohd Abduh

Read more