0

Tiada Noktah Untuk Ini..Percayalah..~






Ku tujukan buat sahabat-sahabat sudah awal rebah..Saya tak mampu menampung airmata saya lagi setelah mendengar beberapa rakan seperjuangan di tempat pengajian saya dulu rebah seorang demi seorang...walaupun mereka tidak sekapal denganku dalam berjuang...


وَهِيَ تَجْرِي بِهِمْ فِي مَوْجٍ كَالْجِبَالِ وَنَادَى نُوحٌ ابْنَهُ وَكَانَ فِي مَعْزِلٍ يَا بُنَيَّ ارْكَب مَّعَنَا وَلاَ تَكُن مَّعَ الْكَافِرِينَ

"....Dan bahtera itu berlayar membawa mereka dalam gelombang laksana gunung. Dan Nuh memanggil anaknya sedang anak itu berada di tempat yang jauh terpencil: "Hai anakku, naiklah (ke kapal) bersama kami dan janganlah kamu berada bersama orang-orang yang kafir...."

(Hud : 42)

ku tidak tahu di mana lagi hendak ku cari kekuatan ini..lumpuh rasanya seluruh keyakinan yang ada..kepada sahabat yang membaca dan mengenali sahabat-sahabat saya ini, sampaikanlah salam saya kepada mereka..hati manusia sememangnya mudah terluka dan tercalar..apatah lagi apabila orang yang kita sayangi dan berjuang bersama meninggalkan medan dakwah ini..dan terjun bersama boneka-boneka syaitan ini..


tinggalkanlah wahai saudaraku lumpur-lumpur itu..tiada sudahnya bersenang-senang dalam palitan dosa..nikmat itu hanyalah sementara wahai saudaraku..andai kami menangis untuk diri kalian, apakah kalian tidak terfikir perasaan ibubapa kalian apabila melihat perubahan ini..lebih remuk hati mereka berbanding kami..

berat sungguh rasa bebanan ini..keinginanku melihat mereka terus berjuang tidak kesampaian..adakah ini noktah terakhir perubahan mereka..semoga Allah menyuntik semula sinar dalam diri mereka..amin ya Rabb..

buat mereka yang ku sayangi..saat saya mencoretkan di sini, saya masih sayangkan kalian..dan saat ini juga, saya berazam untuk menarik kalian kembali..Kuala Lumpur, kau perosak mereka..!!

di lubuk hatiku terdalam
ini yang ku pilih penuh keyakinan
namun kadang bimbang menyerang
sanggupkah melangkah ku terus berjalan

saat badai menderaku
hinggah rapuh dan goyah
tiada daya tuk bertahan
hanya Engkau tempat berpegang

berkatilah setiap semangat jiwa
tuk selalu berjuang di jalan Mu
terjagalah hati yang kadang redup
tertiup angin di duniawi
gemerlap kilauan harta
takhta dan cinta manusia
yang menyesatkan
selamanya...

saat hujan basahiku
penuh lumpur dan noda
dalam derai air mata
dengarlah permohonan ku


wassalam..

abduh...

Read more
0

Permata Untuk Isteri



Para bakal PhD Holders sedang menyanyikan lagu "Permata Untuk Isteri" untuk zaujah-zaujah mereka yang setia bersama mereka dalam dakwah dan perjuangan..Video ini dijumpai di blog kak babah, anak sulung Ust. Maszlee Malik..Antara yang menyanyikan lagu ini adalah Ust.Maszlee Malik dan juga sepupu saya yang sedang menyiapkan PhD mereka di Durham, UK. Semoga mereka berbahagia, dunia dan akhirat..

sumber : http://nusaybahmaszlee.blogspot.com/2007/12/persembahan-abati-dan-bapa-bapa.html

Wassalam..

Read more
3

فضل الجهاد والخروج في سبيل الله



Mahmoud Zahar



Dengan Nama Allah Yang Maha Pemurah Lagi Maha Penyayang...

‏ ‏و حدثني ‏ ‏زهير بن حرب ‏ ‏حدثنا ‏ ‏جرير ‏ ‏عن ‏ ‏عمارة وهو ابن القعقاع ‏ ‏عن ‏ ‏أبي زرعة ‏ ‏عن ‏ ‏أبي هريرة ‏ ‏قال :

قال رسول الله ‏ ‏صلى الله عليه وسلم ‏ ‏تضمن ‏ ‏الله لمن خرج في سبيله لا يخرجه إلا جهادا في سبيلي وإيمانا بي وتصديقا برسلي فهو علي ضامن أن أدخله الجنة أو أرجعه إلى مسكنه الذي خرج منه نائلا ما نال من أجر أو غنيمة والذي نفس ‏ ‏محمد ‏ ‏بيده ما من ‏ ‏كلم ‏ ‏يكلم ‏ ‏في سبيل الله إلا جاء يوم القيامة كهيئته حين ‏ ‏كلم ‏ ‏لونه لون دم وريحه مسك والذي نفس ‏ ‏محمد ‏ ‏بيده لولا أن يشق على المسلمين ما قعدت ‏ ‏خلاف ‏ ‏سرية ‏ ‏تغزو في سبيل الله أبدا ولكن لا أجد سعة فأحملهم ‏ ‏ولا يجدون سعة ‏ ‏ويشق عليهم أن يتخلفوا عني والذي نفس ‏ ‏محمد ‏ ‏بيده لوددت أني ‏ ‏أغزو في سبيل الله فأقتل ثم ‏ ‏أغزو فأقتل ثم ‏ ‏أغزو فأقتل


Hadis Abu Hurairah r.a katanya:

"...Rasulullah s.a.w. bersabda: Allah akan memberi jaminan kepada orang-orang yang keluar (berjuang) di jalan-Nya. Sesungguhnya orang yang keluar untuk berjihad hanya kerana iman dan ikhlas kepada Allah, maka Allahlah yang akan memberi jaminan untuk memasukkannya ke dalam Syurga atau akan mengembalikannya semula ke rumah, beliau juga keluar dengan mendapat pahala atau harta rampasan. Demi Zat yang jiwa Muhammad berada dalam kekuasaan-Nya. Pada setiap bahagian tubuh yang terluka di jalan Allah akan diperlihatkan oleh-Nya pada Hari Kiamat. Ketika beliau terluka warna darah dan baunya adalah seperti minyak kasturi. Demi Zat yang jiwa Muhammad berada dalam kekuasaan-Nya, jika peperangan itu memang tidak berat bagi kaum Muslimin, sudah tentu aku tidak akan meninggalkan pasukan yang turut berperang pada jalan Allah tetapi aku sendiri tidak mampu memberikan kenderaan kepada mereka dan keadaan mereka sendiri juga seperti diriku yang tidak mampu. Mereka sendiri sebenarnya masih merasa keberatan dan tidak dapat berangkat bersamaku. Demi Zat yang jiwa Muhammad berada dalam kekuasaan-Nya. Sesungguhnya aku lebih suka seandainya aku berperang di jalan Allah lalu terbunuh, lalu aku dihidupkan kemudian berperang lagi dan terbunuh, kemudian aku dihidupkan dan berperang lagi dan akhirnya terbunuh lagi..."

(Hadis Sahih Riwayat Imam Muslim, Bab Kelebihan Berjihad dan Keluar Di Jalan Allah - no. 3484)

saya tidak tahu bagaimana hendak saya mulakan coretan saya kali ini..saya cuba mencari-cari di mana sumber berita yang benar-benar sahih boleh saya perolehi..Saya tahu, inilah hadiah bagi mereka yang berjuang di jalan-NYA..Di bayar dengan syurga Allah dan redha-NYA..Hampir setengah jam saya mencari sumber yang boleh dipercayai untuk memastikan kesahihan berita yang sampai kepada saya..saya cuba menghubungi seorang ikhwah arab di Lubnan namun mungkin kerana mungkin masalah network coverage di sana, saya tidak dapat menghubungi beliau. Akhirnya, setelah berusaha mencarinya, satu link diberikan kepada saya : Lihatlah..

Anak Bekas Menteri Luar Palestin (Mahmoud Zahar) , Hosam Zahar, 24 tahun, syahid dibunuh oleh rejim Zionist yang berhati syaitan ini. Hati ini tidak boleh bersabar lagi, tidak mungkin. Tidak mungkin bersabar lagi!! Seorang demi seorang gugur syahid dan dibunuh. Maka, ikhwani, apakah yang telah kita lakukan untuk ikhwah-ikhwah kita di sana? Jihad ini tidak akan berhenti sampai bila-bila. Yakinilah janji Allah wahai saudaraku..Inilah suatu yang pasti...Hidup mulia atau mati syahid..Itu sahajalah jalan-NYA..Saya difahamkan, ini merupakan anak yang ke-2 yang telah gugur syahid..tahniah buat ayahanda Mahmoud Zahar..


Read more
0

Diriku Tidak Boleh Berdiam Lagi..


copy paste dari artikel lama saya :

We shall return


The nightingale told me,
When upon a hill we met.
That nightingale lives on there
In our dreams.
Among the hills
And people who yearn,
There is a place for us.
O heart, how long?
How long then...
Have we been scattered by the wind?

Come,
We shall return.
Let us return!

O heart, do not drop in weariness
On the path of our return.
How it wounds our pride to know
That birds tomorrow will return
While we still remain here.

There are hills
That sleep and wake again
On our pledge.
There are people
In love with days
Filled with waiting and nostalgic songs,
And places where the eye is filled
With willows bending over the water,
While in their shade
Afternoons drink the perfume of peace.

One day
We shall return to our homes,
To drown in the warmth of hope.
We shall return
Though time passes us by
And distances grow only greater
Between us....


Al-Aqsa in danger!

"Glory be to the One who took His servant on a journey by night from Al-Masjid Al-Haram in Makkah to Al-Masjid Al-Aqsa,
whose precincts We have blessed..."
(Al-Israa' 17: 1)

While the world is all over the Hizbullah victory in the "Israel"-Lebanon war, Zionist oppression of Al-Aqsa in the holy land of Jerusalem is going on unnoticed. While the world is fascinated by Hizbullah's triumph, and its current status as the hero of Lebanon, Al-Aqsa is disregarded. Aid is being channeled to Lebanon whilst Al-Aqsa struggles under constant Zionist aggression. Al-Aqsa is still being violated by the Zionist regime. The situation in Jerusalem is deteriorating by the day. The humiliation and indecent treatment which the Palestinians have been experiencing in their own land is worsening. Until now, Palestinians are still being barred from performing Friday prayers in the mosque for several months running. Our real responsibility is to defend Al-Aqsa based on its special status as the first kiblah. Our soldiers should be sent to Jerusalem to defend the holy sanctuary. The safety of the mosque should be our main concern. As Muslims, we should familiarize ourselves with the steps the Zionists have taken to occupy Al-Aqsa and realise their ambition to build their Jewish temple, the Haykal of Solomon.


Does anyone care to remember?

"And (remember) when Musa (Moses) said to his people: "O my people! Remember the Favour of Allah to you, when He made Prophets among you, made you kings, and gave you what He had not given to any other among the 'Alamîn (mankind and jins, in the past). "O my people! Enter the holy land (Palestine) which Allah has assigned to you, and turn not back (in flight) for then you will be returned as losers."
(Al-Ma'idah 5: 20-21)


Palestine. Nothing is new. Nothing is new in the processes of peace. When I remember Palestine, which never fades off from our minds, and we, Muslims still remember the sufferings which the Zionists and their REAL TERRORISTS have done, shooting at the people who were praying in the morning, killing a child who was defending himself with a stone on a Zionist soldier who was insulting the people (children of the stones ? abtaalul/atfaalul ahjar ) praying in front of the mosque.

Abu Umamah al-Bahili, Prophet Muhammad s.a.w. said: "...There will be a group from my ummah that will be always be on the true and righteous path. They will overcome their enemies and they will not be transgressed against unless suffering befalls them, until Allah's help comes and they return to their normal state. The companions asked: Where do they live, oh Rasulullah s.a.w.? The Prophet replied: In Jerusalem and the surrounding areas ..."
(reported by Ahmad)

Children in their youth each one carrying their stone, waiting for the right moment to throw it to their enemies. A very sad situation which will never end, - killing and intruding the rights of civilians. When are we going to have peace which all the people around the world are thinking of, so that the situation would be controlled and the fighting will stop?!! When are we going to get Palestine back?! It will never come back if we still keep on being silent and doing nothing! It will never return except by force and surprise, exactly by the way they took it. We remember the freedom fighters that with their blood irrigated the land. Those who gave their lives, fought for their country. We are going to get it back form Zionists Laknatullah one day.


The Truth

It has been a largely uphill struggle getting Muslims to realise the importance of the al-Aqsa sanctuary as referred to in the Qur'an and the authentic hadeeth.

Nu'man Ibn al-Bashir R.a said that the Prophet SAW said: "The example of the believers in their harmony, their mercifulness toward one another and their sympathy to each other is like an example of the body. If one of its organs suffers, the whole body aches with fever and sleeplessness" .
(Reported by Imam Muslim)

Palestinians face a whole host of hardships in achieving even the simplest things in their daily lives which we would take for granted. For example, the building of the Apartheid wall cut off thousands of students and teachers from their educational establishments. Now people cannot reach hospitals or health centres, and even things like childhood immunisations which we do not think twice about are disrupted. Palestinians cannot travel freely either within the occupied territories or internationally as passage even from one town to another is ultimately decided by the soldiers at the check-points. There is also a water crisis and basic public services are routinely disrupted. In Gaza, in the summer of 2006, Israel bombed the only power station causing hundreds of thousands to go without electricity for months.


We are trapped!

At the moment, I allowed myself to be mad because we Muslims are called and pointed by them as terrorists. The real terrorists are not the people who are living in Afghanistan, Iraq, or Palestine. The real laknatullah terrorists are the current leaders in Israel and the United States. The political leaders in Israel and the US can point their bloody fingers and cry "terrorist" to anyone they want, but that doesn't wash the blood from their hands. There is a saying: "...If it looks like a duck, quacks like a duck and walks like a duck, you call it a duck..!!" The real terrorist label, that their politicians use so liberally, fits the US and Israel more than it does the people they call terrorist. The real terrorists are the people walking around the hall of congress with blood-covered hands.


They include the people in the SATANIC Bush's administration, and the members of Congress who authorized Bush to take the action he has taken. These leaders have earned themselves a place next to Hitler in the Inhumanity Hall of Shame. They have also earned a rebuke from the American people. Someone in our political leadership must be held accountable for the death, pain, and suffering of the innocent victims in Iraq and Afghanistan, and in America that job belongs to American people. The American people cannot turn a blind eye towards the growing numbers of evil, perverse, premeditated and deliberate criminal acts being committed by America's and Israel's leadership without placing themselves in the same danger. Put yourself in the victim's shoes and think about how you would feel and how you might react. Now try and figure out the best way to keep yourself out of those shoes. It took ten years and the lives of over 55000 American soldiers and two millions Asians, before the American public's outrage over the war in Vietnam grew to a point that the politicians were pressured into ending that pointless bloody conflict. So, how many lives must be lost and how much money must be spent before the conflict in Iraq and other Muslim countries become too much for the American people to bare!?


The Real Satan

The real problem is not with the American people. But the problem is with the current elected leadership. The Bush administration's mountain of lies and limitless hypocrisy are now being ignored by most of the American people. Clearly the American media has failed to impressed the gravity of corruption that is so pervasive in the Bush administration and also in Olmert's administration in Israel. Million dollars have been used to fund Israel's economy and American made weapon are being used by Israel's military to carry out its brutal oppression against the poor people in Palestine. Israel's Jewish leaders treat the Palestinian people almost exactly like and even worse than how the Nazi's treated the German Jews before Kristallnacht. After which the Holocaust started and the Jews were rounded up and systematically killed. The Nazi's policies were raciest, cruel and wrong, and so is Israel.


Israel steals land from the Palestinian people, destroys their homes, businesses, and crops and then has the gall to call the Palestinian people terrorist for trying to fight back. Regardless of whether you kill people directly, or indirectly, you are still guilty of killing, and the Palestinian people have the right to defend themselves and their families from the racist thieves who are stealing their land and extinguishing their lives.

The Palestinians and just about all the other Arabs in the Middle East, hate America because of its unquestioning support for Israel. The US gives Israel over 3 billion dollars each year, free trade, and military hardware while at the same time the government ignores Israel's human rights violation against the Palestinian people. Therefore, the political leaders in America, both Democrats and Republicans, are hypocrites and are guilty of supporting terrorism made by their bloody hands. The vast majority of American people are allowing themselves to be spoon fed by lying politicians. I believe that the situation has gotten so bad that half of American people could be hanging from the GOP's bloody meat hooks and their last thoughts would be 'This is all those damn liberal Democrats faults..!?'


The Reality

America attacks Iraq, Afghanistan and many other Muslim countries without justifiable cause. The SATANIC US and Israel kill thousands of innocent civilians, they wound thousands more, they destroy the infrastructures, causing massive blackouts, water outages and travel blockages They occupy Muslim countries with brutal oppressions, collective killings, tortures and they start a massive theft of Muslims' natural resources. The whole world seems to have forgotten; that already 15 years ago, Yasser Arafat conceded that they shall have the right to exist within the territory given to them by the UN (the borders of 1967). But the SATANIC Israel was not satisfied with that. They want more lands. Lands of Barakah-Palestine!! Do you just want to look and say, 'oh, I see', until there is no land left anymore for the Palestinians?! Just recently they built walls on the Palestinian territory, cutting off almost one half of this territory. And the US is helping them on that!! The whole world is closing their eyes to the misery of the Palestinians!


Jihad..shall we?

As for our battle with the Jews it is authentically narrated in the Sunnah. No doubt that the end of the Jews will be by the hands of the Muslims.

Abu Hurairah Ra narrated that the Prophet said: "The Hour will not be established until you fight with the Jews, and the stone behind which a Jew will be hiding will say. "O Muslim! There is a Jew hiding behind me, so kill him."
(Reported by Imam Bukhari)

So, what are you waiting for?!..Lets do jihad. Do something and stop keeping yourself silent, otherwise you and your families may become the targets of the leader's blood covered hands as they turn and point their blood fingers at you and yell "you are terrorist!!". Now, only Hamas and Hezbollah are trying to help them, sacrificing their bloods for the sake of peace. But they just have no chance as long as these Israel Laknatullah and the real terrorist are backed up by the SATANIC US, and we Muslims just look and do nothing for them! Allahuakbar..Get up brothers !!!

Dr. Hussein Shihata, Professor of Islamic economy at the Faculty of Commerce, Al-Azhar University opines that the economic boycott is a religious obligation; Muslim jurists have also agreed that it is a necessity. Therefore, economic Jihad is given the same legal ruling as physical Jihad in its broadest sense.

Prophet Muhammad s.a.w. stressed the significance of economic Jihad, saying, "Whoever helps a fighter in the cause of Allah is given the same reward as the fighter, and whoever takes care of his family (the fighter) is given a similar reward.."
(reported by Al-Bukhari and Muslim)

In this regard Sheikh Yusuf al-Qardhawi says, "To buy ("Israeli" and American) goods is to support tyranny, oppression and aggression. Buying goods from them will strengthen them; our duty is to make them as weak as we can. Our obligation is to strengthen our resisting brothers in the Sacred Land as much as we can. If we cannot strengthen the brothers, we have a duty to make the enemy weak. If their weakness cannot be achieved except by boycott, we must boycott them."

He goes on to state, "It is a legal obligation upon all Muslims to boycott Israel and all countries that support it, especially the United States of America for each dirham or dinar that reaches them turns to a bullet used in shooting our brothers in Palestine."

As long as we go on buying their products, the Zionists will continue committing all sorts of atrocities on our brothers and sisters in Palestine. Palestine will be bombed, houses will be demolished and Palestinians killed with the bullets we have bought. Therefore, Muslims should stop buying and supporting products that are known to aid "Israel" and America. Our buying power can paralyse the "Israeli" economy and bring peace back to Palestine.


Conclusion

The question is, what have WE contributed to Al-Aqsa?
Defending Al-Aqsa is an obligation, so is it enough for us to just look on while our brothers and sisters suffer? What will we answer in front of our Lord on the Day of Resurrection? Hopefully our small but consistent contributions will save us in the Hereafter. Don't hesitate, start helping now!!!


Al-Faqeer Ilallah..

Dr.Nik Mohd Abduh b. Nik Mhd Nor

2nd year - Faculty of Medicine of Egypt..

3.30 am


"..jangan biarkan diri anda orang yang terakhir menolong rakyat Palestin .."


Read more
0

Untuk Anak-Anak Dakwah

Bismillah..

Tafsir Ibn Katheer
Surah At-Taubah : 111


إِنَّ اللَّهَ اشْتَرَى مِنَ الْمُؤْمِنِينَ أَنْفُسَهُمْ وَأَمْوَالَهُمْ بِأَنَّ لَهُمُ الْجَنَّةَ يُقَاتِلُونَ فِي سَبِيلِ اللَّهِ فَيَقْتُلُونَ وَيُقْتَلُونَ وَعْدًا عَلَيْهِ حَقًّا فِي التَّوْرَاةِ وَالْإِنْجِيلِ وَالْقُرْآنِ وَمَنْ أَوْفَى بِعَهْدِهِ مِنَ اللَّهِ فَاسْتَبْشِرُوا بِبَيْعِكُمُ الَّذِي بَايَعْتُمْ بِهِ وَذَلِكَ هُوَ الْفَوْزُ الْعَظِيمُ

يُخْبِر تَعَالَى أَنَّهُ عَاوَضَ مِنْ عِبَاده الْمُؤْمِنِينَ عَنْ أَنْفُسهمْ وَأَمْوَالهمْ إِذْ بَذَلُوهَا فِي سَبِيله بِالْجَنَّةِ وَهَذَا مِنْ فَضْله وَكَرْمه وَإِحْسَانه فَإِنَّهُ قَبِلَ الْعِوَض عَمَّا يَمْلِكهُ بِمَا تَفَضَّلَ بِهِ عَلَى عَبِيده الْمُطِيعِينَ لَهُ . وَلِهَذَا قَالَ الْحَسَن الْبَصْرِيّ وَقَتَادَة : بَايَعَهُمْ وَاَللَّه فَأَغْلَى ثَمَنهمْ . وَقَالَ شِمْر بْن عَطِيَّة مَا مِنْ مُسْلِم إِلَّا وَلِلَّهِ عَزَّ وَجَلَّ فِي عُنُقه بَيْعَة وَفَّى بِهَا أَوْ مَاتَ عَلَيْهَا ثُمَّ تَلَا هَذِهِ الْآيَة . وَلِهَذَا يُقَال مَنْ حَمَلَ فِي سَبِيل اللَّه بَايَعَ اللَّه أَيْ قَبْل هَذَا الْعَقْد وَوَفَّى بِهِ . وَقَالَ مُحَمَّد بْن كَعْب الْقُرَظِيّ وَغَيْره قَالَ عَبْد اللَّه بْن رَوَاحَة رَضِيَ اللَّه عَنْهُ لِرَسُولِ اللَّه صَلَّى اللَّه عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَعْنِي لَيْلَة الْعَقَبَة اِشْتَرِطْ لِرَبِّك وَلِنَفْسِك مَا شِئْت فَقَالَ " أَشْتَرِط لِرَبِّي أَنْ تَعْبُدُوهُ وَلَا تُشْرِكُوا بِهِ شَيْئًا وَأَشْتَرِط لِنَفْسِي أَنْ تَمْنَعُونِي مِمَّا تَمْنَعُونَ مِنْهُ أَنْفُسكُمْ وَأَمْوَالكُمْ " قَالُوا : فَمَا لَنَا إِذَا فَعَلْنَا ذَلِكَ ؟ قَالَ " الْجَنَّة " قَالُوا رَبِحَ الْبَيْع لَا نُقِيل وَلَا نَسْتَقِيل فَنَزَلَتْ " إِنَّ اللَّه اِشْتَرَى مِنْ الْمُؤْمِنِينَ أَنْفُسهمْ " الْآيَة وَقَوْله " يُقَاتِلُونَ فِي سَبِيل اللَّه فَيَقْتُلُونَ وَيُقْتَلُونَ " أَيْ سَوَاء قَتَلُوا أَوْ قُتِلُوا أَوْ اِجْتَمَعَ لَهُمْ هَذَا وَهَذَا فَقَدْ وَجَبَتْ لَهُمْ الْجَنَّة . وَلِهَذَا جَاءَ فِي الصَّحِيحَيْنِ " وَتَكَفَّلَ اللَّه لِمَنْ خَرَجَ فِي سَبِيله لَا يُخْرِجهُ إِلَّا جِهَاد فِي سَبِيلِي وَتَصْدِيق بِرُسُلِي بِأَنْ تَوَفَّاهُ أَنْ يُدْخِلهُ الْجَنَّة أَوْ يُرْجِعهُ إِلَى مَنْزِله الَّذِي خَرَجَ مِنْهُ نَائِلًا مَا نَالَ مِنْ أَجْر أَوْ غَنِيمَة " وَقَوْله " وَعْدًا عَلَيْهِ حَقًّا فِي التَّوْرَاة وَالْإِنْجِيل وَالْقُرْآن " تَأْكِيد لِهَذَا الْوَعْد وَإِخْبَار بِأَنَّهُ قَدْ كَتَبَهُ عَلَى نَفْسه الْكَرِيمَة وَأَنْزَلَهُ عَلَى رُسُله فِي كُتُبه الْكِبَار وَهِيَ التَّوْرَاة الْمُنَزَّلَة عَلَى مُوسَى وَالْإِنْجِيل الْمُنَزَّل عَلَى عِيسَى وَالْقُرْآن الْمُنَزَّل عَلَى مُحَمَّد صَلَوَات اللَّه وَسَلَامه عَلَيْهِمْ أَجْمَعِينَ . وَقَوْله " وَمَنْ أَوْفَى بِعَهْدِهِ مِنْ اللَّه " فَإِنَّهُ لَا يُخْلِف الْمِيعَاد . هَذَا كَقَوْلِهِ " وَمَنْ أَصْدَق مِنْ اللَّه حَدِيثًا " وَمَنْ أَصْدَق مِنْ اللَّه قِيلًا " وَلِهَذَا قَالَ " فَاسْتَبْشِرُوا بِبَيْعِكُمْ الَّذِي بَايَعْتُمْ بِهِ وَذَلِكَ هُوَ الْفَوْز الْعَظِيم " أَيْ فَلِيَسْتَبْشِر مَنْ قَامَ بِمُقْتَضَى هَذَا الْعَقْد وَوَفَّى بِهَذَا الْعَهْد بِالْفَوْزِ الْعَظِيم وَالنَّعِيم الْمُقِيم .


-sedikit sajak untuk anak-anak dakwah-



Allah gives me food to eat
But there are people on the street
With no water and no bread
But thanks to Allah, I am fed.


I thank Allah for all things good
But to please my Lord, I should
Share my food with people poor..
bring a smile and give them more..


Allah kindly gives to me
Food and drink so generously
So His gifts I'm going to share
And for others, I will care...ya..I will care.


Black or white, brown or yellow
We are sisters, brothers
All the Muslims come together
And we love each other.


Colour does not matter to us
Side by side we stand
Ready to give all our help
With a caring hand...Rich or poor, young or old
All of us unite...One Islamic family we are..
Under Allah's Sight!


....i will care....

~....menyintai mereka yang menyintai agama-MU..~



Read more
7

Duit Tak Ada, Tapi Hati Mahu Kahwin!!

Satu lagi artikel yang menarik daripada Ust. Maszlee Malik berkenaan alam perkahwinan. Mari kita sama-sama baca. Seronok kalau dihayati dengan mendalam..Beliau boleh dilawati di blognya : Fiqh Musafir@Melayu Durham











multimedia presentation malam akad nikah nik sumayyah dan akh abdullah by along



...............................................................

Oleh : Al-Fadhil Dr. Maszlee Malik (http://maszleemalik.blogspot.com)

Sabda Rasulullah SAW:
"Wahai orang-orang muda, sesiapa yang mempunyai kemampuan di kalangan kamu, hendaklah mereka berkahwin. Sesungguhnya ia lebih menjaga pandangan. Barangsiapa yang tidak mampu, hendaklah mereka berpuasa, sesungguhnya ia adalah perisai...."
(H.R. al-Bukhari)


Antara keluhan yang sering diluahkan oleh para siswa-siswi di IPT ialah tidak mempunyai kemampuan untuk berkahwin. Tuntutan naluri muda mereka menyeru mereka untuk berkahwin. Persekitaran yang diwarnai oleh kefasadan dan maksiat juga menuntut mereka untuk menghalalkan perhubungan berlainan jenis yang merupakan sifat tabi'i manusia. Kajian-kajian oleh sesetengah pihak dan juga laporan-laporan media membuktikannya. Samada hasil kajian yang pernah didedahkan oleh akhbar kosmo pada awal tahun 2006, mahupun apa yang telah dilaporkan oleh NST pada 18 Ogos 2006. Kesemuanya membuktikan kemelut yang sedang dihadapi oleh para siswa dan siswi di IPT-IPT. Sayang sekali, kemampuan material mereka tidak membenarkan pernikahan dilangsungkan di alam pengajian. Ibubapa moden yang berfikiran materialistik dan kolot juga menjadi penghalang utama. Bagi para ibubapa, anak-anak mestilah menghabiskan pengajian, mestilah mempunyai kerja yang tetap dan kukuh, membeli kereta, barulah anak-anak tersebut boleh berkahwin. Akhirnya, anak-anak di IPT bergelumang dengan dosa berpacaran dan berkhalwat yang dilarang oleh Allah SWT. Adakah kemampuan untuk bernikah terletak pada kerjaya, segulung ijazah, kereta, ataupun gaji yang lumayan?


Menurut jumhur ulama, kemampuan yang dimaksudkan oleh hadis di atas adalah kemampuan untuk membayar mahar (mas kahwin dan bukan hantaran). Mahar boleh di dalam pelbagai rupa. Ada sahabat yang memberikan mahar hanya dengan sebentuk cincin besi sahaja. Malah ada yang memberikan mahar di dalam bentuk surah al-Quran yang mereka hafal. Apa yang menjadi persoalan utamanya, institusi kekeluargaan itu mesti dipopularkan. Usaha untuk memudahkan pembentukan sebuah institusi kekeluargaan itu adalah satu kewajipan di dalam mana-mana komuniti. Perhubungan secara halal akan dapat mengelakkan banyak masalah sosial yang dihadapi masyarakat. Sayang sekali jika usaha pembentukan mahligai yang suci ini sentiasa dihalangi oleh batas-batas material yang kita sendiri ciptakan.


Ibn al-Qayyim pula mempunyai pentafsiran yang lebih ekstrim berhubung "kemampuan" yang disebutkan oleh hadis tersebut. Bagi beliau, kemampuan yang dimaksudkan ialah "kemampuan fizikal". Oleh yang demikian, barangsiapa yang tidak mempunyai kemampuan "fizikal" untuk menjalankan tanggung jawab sebagai suami, hendaklah mereka berpuasa untuk menjana kekuatan "dalaman". Walau bagaimanapun, ini bukanlah pendapat yang popular. Pendapat jumhur ulama mengenai kemampuan yang ditafsirkan sebagai kemampuan untuk membayar mahar merupakan pendapat yang kuat.


Penentuan mahar


Antara persoalan yang mungkin timbul lewat perbincangan mengenai mahar ialah, milik siapakah "penentuan mahar" tersebut. Adakah ianya milik si dara, ataupun bapanya. Di dalam pengamalan masyarakat Melayu dari dahulu lagi, si bapalah yang menentukan kadar mahar si gadis. Jika mereka letakkan terlalu murah, nanti ada yang megatakan, anak gadisnya terlalu murah. Jika mereka letakkan terlalu mahal, nanti ada pula yang mengatakan, mereka menjual anak. Maka adat dan harga pasaran tempatanlah yang menjadi ukuran. Apa yang penting, mahar adalah hak mutlak si bapa untuk menentukannya. Lazimnya di Malaysia, orang utara terkenal dengan mahalnya mahar, orang Pantai Timur terkenal dengan mahar yang rendah, manakala orang di tengah dan selatan mengukurnya mengikut keadaan keluarga dan juga kebiasaan saudara mara. Adakah ini bertepatan dengan Islam?


Di dalam Islam, si gadislah yang mempunyai kuasa mutlak ke atas maharnya. Si gadis mempunyai kuasa penuh untuk menentukan jumlah mahar yang beliau kehendaki. Walaupun al-Quran dan al-Sunnah tidak menghadkan harga siling untuk mahar, namun Rasululah SAW menasihatkan anak-anak gadis agar tidak meletakkan mahar yang terlampau tinggi. Gadis-gadis yang
menuntut mahar yang rendah dipuji oleh Rasulullah SAW. Perkara seumpama ini tidak berlaku di Malaysia kita, malah ianya juga tidak berlaku di kebanyakan negara-negara Islam. Uruf atau adat yang banyak memainkan peranan. Si bapa yang mempunyai kuasa dominan sering berperanan untuk menentukan jumlah mahar anak-anak gadis mereka. Kebiasaannya, ianya diukur menurut jumlah kos perbelanjaan perkahwinan yang terpaksa mereka tanggung.


Isu yang cuba diketengahkan di sini ialah, adakah perletakan mahar yang tinggi sesuai untuk warga IPT?, ataupun kita terus akur dengan adat lantas menghalang anak-anak di IPT daripada berkahwin, semata-mata kerana halangan mahar yang tidak mampu untuk mereka bayar?
Berterusanlah anak-anak di IPT di dalam gelombang maksiat di atas nama coupling dan kebebasan individu.


Cara mengatasinya


Jika benar para siswa dan siswi ingin mengelakkan diri dari melakukan maksiat dan berniat untuk menghalalkan perhubungan mereka, mereka hendaklah bernikah. Itulah sahaja penyelesaiannya. Seumpama tema NOKIA, "Nokia – connecting people", kita mengatakan "NIKAH – Connecting people". Alasan yang sering diungkapkan ialah "Duit tak ada, tapi hati mahu kahwin..."
Apakah tiada solusi yang praktikal di dalam hal ini?, tidak!, solusinya ada, Cuma kesungguhan yang tiada. Apakah solusinya?


1. Peranan Jabatan-jabatan agama dan pusat-pusat zakat


Salah seorang siswa pernah mengadukan kerenah birokrasi yang dihadapi beliau untuk bernikah di zaman pembelajaran. Jabatan-jabatan agama bagaikan tidak menggalakkan anak-anak IPT bernikah dengan mudah. Mungkin mereka lebih gemar untuk mengendap dan memberkas pasangan yang berkhalwat daripada menggalakkan anak-anak muda bernikah. Imam-imam dan para kadi juga nampaknya kurang "jantan" di dalam perkara ini. Majoriti mereka lebih takutkan prosedur dan juga apa yang termakstub di atas kertas berbanding dengan apa yang tertulis di dalam al-Quran dan s
unnah. "Saya tidak ada kuasa, nanti saya yang akan kena dakwa!", merupakan ungkapan-ungkapan yang biasa didengari dari mulut para imam dan kadi yang diminta untuk memudahkan urusan perkahwinan anak-anak muda IPT yang tidak dapat melalui proses birokrasi yang konvensional.


Pernah berlaku, seorang muallaf yang ingin bernikah tetapi tidak mendapatkan surat pengesahan masuk Islam dari negara asalnya telah dihalang daripada berkahwin oleh seorang jurunikah di ibu negara. Muallaf tersebut telah membandingkan proses perkahwinan yang jauh lebih mudah di negaranya yang kafir melalui khidmat gereja berbanding dengan proses pernikahan di Malaysia "Darul Islam" ini. Bukan sekali, sepanjang umur saya yang masih muda ini, sudah dua tiga kali para muallaf mengadukan hal yang sama. Lebih parah, ada di antara juru nikah yang tidak berani menikahkan
sepasang muallaf hanya kerana tiada surat sokongan dari bapa si gadis yang bukan Islam. Mungkin gambaran ini hanya segelintir kerenah yang terpaksa dihadapi oleh anak-anak muda bila berhadapan dengan kerenah birokrasi jabatan-jabatan agama dan juru nikah-juru nikah. Realitinya mungkin lebih banyak lagi masalah yang mereka hadapi. Tidak hairanlah mereka mengambil jalan yang mudah, iaitu dengan berzina atau bersekedudukan mahupun berpacaran yang jauh lebih mudah. Malangnya, di dalam kes mengendap dan mencekup pasangan yang berzina dan berkhalwat, personel-personel agama ini akan beriskap pro-aktif!


Sewajarnya jabatan-jabatan agama dan personel-personel agama ini memudahkan proses perkahwinan anak-anak muda. Lebih baik lagi jika disediakan satu pakej perkahwinan IPT di mana prosesnya dimudahkan dan diberikan bonus serta saguhati. Bukankah di dalam usul al-fiqh ada kaedah "fath al-dharai'" (membuka jalan-jalan kebaikan). Bukankah juga kaedah fiqh juga ada yang mengatakan "al-wasilah yak hudhu hukmu al-ghayah" (hukum kepada jalan yang membawa kepada sesuatu perkara adalah mengikut hukum matlamatnya). Rasulullah SAW juga ada bersabda: "Penunjuk jalan kebaikan akan mendapat pahala seperti pembuatnya".


Jabatan-jabatan agama juga sepatutnya tidak hanya mengadakan kursus-kursus perkhawinan, tetapi juga hendaklah menganjurkan kursus "promosi perkahwinan" dan juga "karnival nikah" seperti karnival membeli belah. Eksperiman Jabatan Agama Wilayah menganjurkan perkahwinan beramai-ramai patut dicontohi oleh semua jabatan agama di seluruh Malaysia. Pusat zakat juga sepatutnya bekerjasama dengan jabatan-jabatan agama agar dapat mengurangkan beban mahar yang terpaksa ditanggung oleh pasangan-pasangan muda ini. Upacara perkahiwnan beramai-ramai ataupun "karnival nikah" ini juga sepatutnya dijadikan upacara penarik pelancong. Laksanakan ia di Dataran Merdeka ataupun di dataran KLCC agar ianya benar-benar dijadikan sebagai karnival. Biarlah seluruh negeri melakukannya, biarlah ianya menjadi lebih hebat dari "Jom Heboh". Rasanya, kerjasama TV3 juga perlu, mungkin mereka juga boleh menjadikannya sebagai acara "Nikah Heboh". Karnival tersebut jangan hanya diserikan dengan acara nikah dan makan sahaja, tetapi pameran, forum perdana, ceramah, persembahan nasyid dan sketsa serta jualan murah barang-barang keperluan harian untuk keluarga juga patut dijadikan acara sampingan.


2. Peranan IPT


Jika ada IPT yang hendak diberikan penghormatan mengenai usaha menggalakkan perkahwinan para penuntutnya, markah yang penuh wajar diberikan kepada UIAM. Semenjak dahulu lagi UIAM menggalakkan siswa dan siswi bernikah dengan memberikan saguhati kepada mereka. Mungkin jumlah yang diberikan itu tidak lah dapat menampung sepenuhnya mahar yang tinggi di Malaysia, namun ianya akan dapat menampung serba sedikit bebanan itu. Diharapkan agar saguhati yang diberikan itu dapat digandakan di masa-masa hadapan demi mengurangkan gejala maksiat di kalangan siswa dan siswi yang kini tidak mengenal sempadan. IPT-IPT lain juga wajar mencontohi UIAM di dalam hal ini.


IPT-IPT juga wajar menganjurkan karnival nikah untuk mengurangkan perbelanjaan kenduri kahwin oleh para pasangan muda. Jadikan ia acara tahunan. Pusat zakat juga boleh memainkan peranan mereka untuk membantu IPT-IPT di dalam menjayakan hal ini. Saguhati atau bonus juga sepatutnya diberikan kepada pasangan-pasangan yang berjaya mendapat keputusan yang cemerlang di dalam peperiksaan mereka. Sebagai contoh, mereka yang mendapat CGPA melebihi 3.5, bonus daripada HEP akan diberikan. Melalui cara yang sedemikian, masalah penurunan prestasi belajar siswa dan siswi yang telah berkahwin akan dapat diatasi. Blok asrama untuk kelamin juga wajar diwujudkan untuk mengurangkan kos sewa rumah di kalangan pasangan-pasangan muda di IPT.


Yakinlah, jika perkara seperti ini tidak dilakukan, gejala maksiat akan semakin berleluasa di masa hadapan. Lebih ditakuti lagi, apabila maksiat sudah dipandang biasa dan sudah menjadi norma. Pada waktu itu, masyarakat yang wujud akan menjadi masyarakat yang bobrok serta punah. Jika IPT-IPT tidak mengambil inisiatif pun, akan sentiasa terdapat pasangan siswa dan siswi yang akan menggunakan cara lain untuk bernikah. Kelazimannya, Golok akan menjadi destinasi terkahir mereka untuk menghalalkan perhubungan cinta yang sudah tidak dapat dibendung dan dihalang.


3. Simpanan khas


Para siswa dan siswi tidak sewajarnya hanya mengharapkan pihak lain melakukan sesuatu sahaja. Mereka perlu bersikap pro aktif. Para siswa dan siswi sepatutnya telah mula merancang kehidupan mereka di masa hadapan semenjak hari mereka mengakhiri peperiksaan SPM. Satu akaun khas untuk kehidupan masa depan wajib diusahakan. Pastikan sejumlah daripada segala pendapatan bulanan dimasukkan ke dalam akaun khas tersebut. Lebih baik jika ianya dimulakan lebih awal daripada itu. Bukan hanya pihak siswa sahaja, malah pihak siswi pun sepatutnya juga mempunyai usaha yang sama. Pastikan segala duit perolehan hasil durian runtuh juga dimasukkan ke dalam akaun khas berkenaan. Usaha sebegini akan memberikan keyakinan kepada ibubapa bahawa anak-anak mereka sudah matang dan mempunyai wawasan.


Kebiasaannya ibubapa ragu-ragu tentang kematangan anak-anak. Mereka masih lagi risaukan tahap pemikiran dan kematangan anak-anak mereka. Turut silap juga ialah anak-anak juga yang tidak menunjukkan kesungguhan dan kematangan. Para ibubapa tidak dapat melihat bukti yang anak-anak mereka benar-benar mampu untuk berdikari. Perkara sebaliknya jika mereka mendapati anak-anak tersebut telah mempunyai perancangan dan mempunyai wawasan. Kematangan anak-anak akan segera dapat dihidu. Amat mengecewakan ramai di kalangan siswa dan siswi yang ingin berkahwin tetapi tidak mempunyai perancangan yang teliti dan boleh dipercayai. Lebih mengharukan lagi jika mereka hanya beriya-iya hendak kahwin di mulut sahaja, tetapi tidak bersikap matang di dalam tindakan. Di dalam hal ini jangan dipersalahkan ibubapa yang bersikap konservatif, salahkan diri sendiri dahulu. Moralnya, mulalah mengumpul duit dari sekarang!


4. Pendapatan sampingan


Di pasaran kini, buku-buku mengenai mencari duit tambahan akan laku seperti goreng pisang panas. Buku-buku karangan Robert Kiyosaki, Azizi Ali, dan lain-lain tokoh dalam dan luar negara menjadi "best seller". Mengapa?, kerana tuntutan hidup di era globalisasi ini memaksa kita mencari pendapatan sampingan. Begitu juga halnya dengan para siswa dan siswi. Apabila disebutkan pendapatan sampingan, jangan hanya terbayangkan restoran-restoran makanan segera sahaja. Zaman kini adalah zaman "outsourcing". Kebanyakan projek-projek yang dilaksanakan oleh syarikat-syarikat besar akan dibahagi-bahagikan kerjanya kepada syarikat-syrikat kecil yang lain. Bagi sesiapa yang pandai di dalam bidang grafik, reka bentuk, media, multimedia, peluang untuk mendapatkan pendapatan sampingan sentiasa terbuka luas. Hanya perlu rajin lebi sedikit sahaja.


Bagi yang pandai menulis dan melukis, mereka juga boleh menggunakan bakat tersebut untuk menjana pendapatan. Penjualan buku-buku, terutamanya novel dan cerpen kini menjadi begitu popular. Terokailah ia untuk mendapatkan pendapatan sampingan. Bagi yang tidak mampu untuk melakukan perkara-perkara yang telah disebutkan di atas, ruang motivasi, tiusyen, dan banyak lagi kerja-kerja akademik yang boleh mereka lakukan. Bagi sesiapa yang lebih rajin, carilah pensyarah-pensyarah yang sedang melakukan pengkajian dan juga penyelidikan. Kebiasaannya para pensyarah tidak akan cukup dengan seorang pembantu kajian (research assistant). Tawarkan khidmat anda, mereka pasti akan gembira untuk mengupah anda bekerja. Peluang perniagaan melalui khidmat-khidmat juga ruang yang boleh dieksplorasi oleh para siswa. Terdapat juga di kalangan siswa dan siswi yang terlibat dengan perniagaan MLM, tetapi risikonya tinggi. Perkara yang sering berlaku ialah waktu mereka akan dihabiskan dengan banyak untuk tujuan berkenaan. Mungkin perniagaan insurans lebih ringan daripada MLM.


Apa yang penting di sini, para siswa dan siswi hendaklah mula mengumpul duit untuk berkahwin melalui pendapatan sampingan. Usaha ini akan membantu para siswa dan siswi membina keyakinan di hati para ibubapa. Jikalaulah mereka beralasan anak-anak tidak mampu lagi untuk berkahwin kerana kelemahan di bidang material, maka jika siswa dan siswi tadi sudahpun mempunyai pendapatan sampingan, mereka akan mati hujah. Pengalaman mencari duit di alam kampus juga akan membantu para siswa dan siswi di dalam alam kerjaya mereka. Mereka akan menjadi lebih berdikari, berpengalaman dan lebih berkeyakinan untuk menempuhi kehidupan pasca kampus. Jika mereka ikhlas, Allah akan sentiasa membantu. Apatah lagi jika kerja-kerja itu dilakukan untuk menyahut seruan Allah dan RasulNya.



Kesimpulan


Tiada masalah yang Allah berikan kecuali di sana ada jalan penyelesaiannya. Di sebalik semua ujian dan cabaran ada hikmahnya. Kelebihan anak-anak Adam yang tiada pada makhluk lain adalah akalnya. Lontaran ide-ide di dalam artikel ini hanyalah sebahagian dari cetusan minda seorang pendidik. Para siswa dan siswi tentunya lebih kreatif dan lebih mengetahui hal keadaan mereka. Seperkara yang penting, para siswa dan siswi Muslim harus sedar tujuan kehidupan kita diciptakan. Kemuncak kehidupan seorang hamba ialah jika mereka dapat memastikan setiap detik dan saat di dalam kehidupannya berlandaskan syariat Allah. Pastikan juga redha dan juga cinta Allah yang menjadi buruan. Pernikahan adalah sebahagian daripada usaha untuk mendapatkan keredhaan Allah dan RasulNya. Perkahwinan juga merupakan wasilah untuk seorang hamba menjauhi larangan Allah. Perkahwinan juga akan dapat membantu para hamba untuk melalui setiap langkah di dalam hidupnya di atas naungan kecintaan Allah. Mengapa bertangguh lagi?, ayuh segera mulakan langkah!
Read more
43

PAS dan perjuangan saya...

Bismillah Ar-Rahmaan Ar-Rahiim
Dengan Nama Allah Yang Maha Pemurah dan Maha Penyayang
In The Name of Allah, The Most Gracious and The Most Merciful...
























"Apakah akan Kami beritahukan kepadamu tentang orang-orang yang paling merugi perbuatannya? Iaitu orang-orang yang telah sia-sia perbuatannya dalam kehidupan dunia ini, sedangkan mereka menyangka bahawa mereka berbuat sebaik-baiknya…"



(Al Kahfi : 103-104).



Harini muncul seorang pejuang yang seolah-olah menampakkan dirinya sebagai pejuang sejati PAS tetapi tidak bersikap seperti orang PAS..datang secara tiba-tiba menyerang blog saya tanpa usul periksa dan saya di sini tidak menghalalkan sebarang provokasi atau sebarang bentuk politik semasa dimasukkan ke dalam blog saya..saya hanya ingin jadikan perbincangan ilmu hadith, sains dan Palestin sahaja ke dalam blog ini kerana saya bukanlah pemerhati politik, bukan juga ahli dalam politik Malaysia. Setakat menyokong dan membantu perjuangan, memang tidak pernah saya lekakan atau abaikan.


“Tidaklah Allah mengutus seorang Nabi melainkan dia berkewajiban menunjukkan umatnya kepada kebaikan yang dia ketahui bagi mereka dan melarang mereka dari kejelekan yang dia ketahui bagi mereka.”
(HR. Muslim bab Al Imarah juz 12 nombor 10/4753 dari Amr bin Ash, Nasa’i bab Bai’ah 25/4202 dari Abdurrahman bin Abdi Rabbil Ka’bah, disahihkan oleh Syeikh Al-Albani dalam As-Sahihah 3/3907 dan 1/241, Ibnu Majah dalam Al Fitan jilid 2 no. 9/3956, Ahmad 2/161 dari Amr bin Ash radliyallahu 'anhu)



Sepengetahun pendek saya, orang-orang dan para pejuang PAS selalunya bersikap menghormati dan sangat-sangat berhati-hati dalam menuturkan sebarang perkataan. Begitu juga dengan ayah saya yang berjuang di dalam JIM dan PAS. Beliau pernah bersama-sama berusrah selama beberapa tahun bersama Ust. Nik Rozi, Ust. Zulkifli Mamat dan orang-orang besar PAS..semasa beliau di Shah Alam dan ketika itu saya masih lagi kecil. Buku-buku harakah Islam tersusun indah di rak-rak buku ayah saya dan ibu saya. Buku-buku ini adalah hasil pemberian tokoh-tokoh PAS yang hatinya suci ini. Sepanjang ayah saya bekerja untuk Islam baik di dalam PAS mahupun JIM, tidak pernah terpacul dari mulutnya kata-kata kesat, cemuhan mahupun kritik-mengkritik sekiranya ada perkara yang beliau tidak sukakannya dalam perjuangan. Peribadinya inilah yang kami sekeluarga contohi. Begitu juga ummi saya, tidak pernah beliau mengutuk mana-mana jemaah selain jemaah JIM-nya. Apatah lagi beliau pernah dihalau ketika berdakwah dan terpaksa menebalkan muka ketika berdakwah kepada orang-orang UMNO di kampung mahupun bandar. Namun tidak pernah terhambur kata-kata nista terhadap para mad'unya yang tidak mahu mendengar dan mengikuti dakwahnya. Sikap mereka berdualah yang telah mendidik saya untuk tidak menghina atau memperkatakan tentang keburukan yang mungkin ada pada mana-mana individu atau perjuangan sesebuah jemaah di Malaysia. Dan saya anggap kelemahan-kelemahan ini sebenarnya kecil dan tidak ada kesan pun terhadap perjuangan PAS, JIM, ABIM, ACCIN dan lain-lain.


Wahai saudaraku yang dikasihi,


Diingatkan di sini kepada penyerang-penyerang saya, adakah anda kecewa kerana perkataan "PAS" tidak dimasukkan ke dalam link saya? Anda begitu marah dan seolah-olah tiada perjuangan PAS di hati saya..inilah sikap taksub yang paling kuat melata di kalangan "pengekor" PAS..Mari kita lihat perjuangan Ust. Nasaruddin Tantawi, Ust. Nasaruddin Mat Isa, Ust. Zulkifli Mamat, Ust. Wan Ismail, Ust. Nik Amar, dan ramai lagi pejuang PAS, mereka tidak taksub dan tidak bersikap jelek terhadap mereka yang berjuang di dalam jemaah lain. Ramai antara anak-anak mereka yang dihantar ke sekolah-sekolah JIM dan ISMA. Antaranya anak kepada Hussam Musa, anak kepada Ust. Nik Amar yang juga rakan baik saya, anak kepada ramai lagi tokoh-tokoh PAS yang murni dan suci jiwa mereka. Bukan kepada golongan yang taksub dan berdarah muda tapi tidak terpimpin. Anak kepada Tuan Guru Haji Nik Abdul Aziz juga adalah seorang pejuang kepada PAS dan JIM/ISMA.


Bersikaplah dan jadilah seperti bapa-bapa dan ayah-ayah PAS kita, dan jangan jadi "pengekor" sejati yang hanya tahu menyalahkan, menyerang dan membuat tuduhan membuta tuli sahaja..Saya, adalah pejuang dan pengikut PAS yang sejati. Ribuan ringgit duit kami habiskan untuk perjuangan PAS. Anda bagaimana? Kalau duit setakat digunakan untuk membeli laptop atau ke cyber cafe dengan tujuan menjarah orang, ingatlah, duit itu akan menjadi sebahagian daripada bahan api neraka. Hidup dalam tarbiah tiada gunanya kalau tidak diaplikasikan.


Firman ALLAH SWT : ".. Wahai orang-orang yang beriman! Jauhilah kebanyakan dari sangkaan (supaya kamu tidak menyangka sangkaan yang dilarang) kerana sesungguhnya sebahagian dari sangkaan itu adalah dosa; dan janganlah kamu mencari-cari kesalahan orang; dan janganlah setengah kamu mengumpat antara satu sama lain. Adakah seseorang dari kamu suka memakan daging saudaranya yang telah mati? maka sudah tentu kamu jijik kepadanya. (Oleh itu, patuhilah larangan-larangan yang tersebut) dan bertaqwalah kamu kepada Allah; sesungguhnya Allah Penerima taubat, lagi Maha mengasihani…"

(al-Hujurat : 12)

Dr. Wahbah al-Zuhaili juga tokoh kontemperer ada menyebut: wala tajassasu bermaksud jangan kami mencari-cari kesalahan dan keburukan kaum Muslimin. Jangan kamu singkap apa yang mereka cuba tutupi dan kamu cuba melihat rahsia-rahsia mereka”. Beliau juga menyebut: “Tajassus termasuk dalam dosa-dosa besar...

( Al-Zuhaili, Al-Tafsir al-Munir, 255, 263/26, Beirut: Dar al-Fikr al-Mu’asir 1991)




Saya tidak marah ketika menulis ini, tetapi saya bimbang sikap taksub ini semakin berleluasa. Jadi, saya ingatkan sekali lagi, saya TIDAK MENGHALALKAN sebarang bentuk provokasi, fitnah, tohmahan, celaan, serangan, politik kotor dimasukkan ke dalam blog saya samada dalam komen mahupun dalam cbox saya. Ketahuilah betapa susahnya orang lain membantu perjuangan kita, tetapi kita tidak menghargai mereka. Buangkanlah karat-karat jahiliyyah dalam diri kita yang masih tersisa.

Fatwa Dr. Yusuf Al-Qardhawi : "..
Beberapa penyakit yang sering menjangkiti umat kita ialah suka bertindak berlebih-lebihan dan di luar hukum. Suatu perkara yang disesalkan dari kita iaitu, ketika menghadapi berbagai masalah, kita lebih suka berdiri pada salah satu hujung dari kedua kutub, iaitu paling kanan atau paling kiri. Jarang kita berdiri dan bersikap “tengah-tengah”, yang Allah puji untuk dijadikan tempat berpihak dan bersikap umat ini, seperti dalam firman Nya.“Begitulah kami jadikan kamu umat pertengahan”

(al-Baqarah : 143 )

Penyakit ini telah menulari pergerakan Islam, sehingga sikap berlebih-lebihan memuji diri sendiri, berlebih-lebihan dalam mengecam lawan-lawannya dan berlebih-lebihan dalam berbagai kegiatan lainnya.Para pemerhati melihat pergerakan Islam moden dewasa ini sangat berlebih-lebihan menilai besar kekuatannya, berlebih-lebihan menilai kelemahan lawannya, terlalu meremehkan berbagai rintangan yang dihadapi dalam perjalananan, terlalu tinggi memuji diri, terlalu rendah menilai lawan, berlebih-lebihan kalau sedang cinta dan begitu pula kalau sedang benci...."
(Di Mana Punca Kelemahan Umat Masa Kini, topik : Terburu-Buru, Al-Qaradhawi)


Dan ada di kalangan rakan saya pula tidak dapat menerima kewujudan jemaah-jemaah lain dalam Malaysia. Mari kita celikkan hati kita yang sudah keras ini dengan membaca buku-buku ini. Ini adalah buku-buku para ulamak Salafi dan pencinta sunnah yang ilmu mereka tinggi-tinggi jika nak dibandingkan dengan kita yang baru setahun jagung dalam perjuangan Islam :








Dr. Al-Qardhawi

Al-Sahwah Al-lslamiyyah Baina Al-Ikhtilaf Al-Masyru' Wa Tafarruq Al-Mazmum (buku ni wajib dibaca oleh semua dai'e tidak kira antum jemaah apapun)


Dr. Al-Qardhawi
Di Mana Punca Kelemahan Umat Masa Kini

Dr. Al-Qardhawi
Fiqhud Daulah


As-Syahid Imam Hasan Al-Banna

Majmu'ah Ar-Rasaail

Syeikh Mut'ab Bin Suryan Al-Ashimi
Perbezaan antara Salaf dan Salafi

Dr. Al-Qardhawi
Aulawiyyatul Harakatil Islamiyyah fil Marhalatil Qaadimah

Dr Ibrahim bin 'Amir ar-Ruhaily
Mauqif Ahlus Sunnah wal Jamaah min Ahlil Bida'wal Ahwaa'

Syeikh Muhsin Al-Abbad
Rifqan Ahlus Sunnah Bi Ahlis Sunnah


semoga para pejuang agama Allah tidak lagi mengeringkan hati kita setelah membaca karangan-karangan dan nasihat-nasihat daripada para tokoh-tokoh Islam di atas.


Lagu di atas saya pinjam daripada imeem.com..lagu asal "you raise me up by Groban" yang banyak mengingatkan saya kepada perjuangan ayah dan mak saya yang bermati-matian ketika pilihan raya 1998 sehinggakan ummi saya terjatuh dan luka berdarah!! Darah yang mengalir ini akan menjadi bukti di akhirat kelak yang mana para pejuang Jemaah lain juga membantu para pejuang PAS. Dan kerana berjuang dalam PAS lah nama mak saya tersenarai dalam senarai mereka yang hampir-hampir diletakkan sebaris dengan nama-nama mereka yang di tahan di ISA dan namanya telah diblacklistkan pun di Kementerian Pendidikan. Tak percaya? Cekla di Kementerian Pendidikan. Dan ini adalah pesanan ummi saya sambil menanagis di hadapan saya dengan tangisan yang berderu-deru derainya...pada waktu tu jugalah kepala saya diletakkan di atas riba ummi saya dan pada waktu tu jugalah titsan airmatanya jatuh terkena pipi saya :



"..andai ummi ditangkap,
jangan mengalah dan
teruskan perjuangan
yang dibawa PAS...!!"


Malunya ummi saya dihalau dan diherdik macam binatang oleh orang-orang UMNO semasa berdakwah bersama PAS, ditendang dinding oleh orang-orang UMNO semasa sedang
berceramah di masjid, dilabel dengan pelbagai kata-kata nista, darah yang tertumpah ke bumi Kelantan ketika berjuang bersama PAS dan airmata serta wang tenaga dan kerahan sepenuh hidupnya tidak mampu dibayar oleh sesiapapun yang menggelarkan diri mereka dai'e dan hanyalah Allah jua yang dapat membalas harga semua ini..saya ulangi sekali lagi..
TIADA SIAPA YANG MAMPU MEMBAYAR DARAH YANG MENGALIR DARI TUBUH UMMI SAYA dan maruahnya apabila dihalau macam anjing kerana perjuangan ini..!!.....baik penyerang saya, mahupun sesiapa sahaja..Cukuplah tangisan orang lain untuk menyedarkan kita betapa orang lain juga bekerja untuk Islam, bukan diri kita sahaja..!

Dan buat along, abduh minta maaf kerana malam ni abduh terpaksa menangis untuk ummah yang masih lagi kabur dan tidak mengerti..thanks atas perjuangan yang tidak berbelah bahagi kepada PAS dan JIM/ISMA..



Ya Allah, ampunilah dosaku dan dosa kedua ibubapaku kiranya kami tidak berjuang di jalan-MU..Ya Allah, berikanlah hidayah kepada kaumku kerana mereka ini tidak mengetahui..amin..


Dr. Abduh
Read more
15

Hibernasi...!!





THE ORIGIN OF SILENCE...~

saya sekarang sedang struggle untuk exam yang akan datang dan yang dah terlepas masa cuti sebulan di rumah..kuatkan tekad..!! kawan-kawan..doakan saya berjaya dalam exam yang markahnya walaupun kecil, namun bermakna buat saya dan ummah...sekiranya saya tak berjaya, bermakna saya gagal menjadi doktor, dan apabila gagal menjadi doktor, saya tidak akan dapat bersama ummah(pesakit-pesakit).. :) doakan saya kalian..! dan maaf sekiranya msg-msg kalian tidak bersambut...sambil-sambil tu, jom dengar lagu ni sampai habis..semangatnya..!!

wassalam..


Dr. Abduh insyaAllah..
Read more
2

Mutiara Nasihat Dr. Yusuf Al-Qardhawi Kepada Para Pencinta Dakwah

DI MANA PUNCA KELEMAHAN UMAT ISLAM MASA KINI




Penulis : Prof Dr. Yusuf al-Qardhawi

Sebuah buku kecil yang padat dengan pendapat dan pandangan konkrit dari seorang ilmuan terkemuka abad ini. Meneliti hujah-hujah dan kritikan pedas Dr Yusuf al-Qardhawi seharusnya menyedarkan kita umat Islam yang terlena berabad lamanya kerana sebagai umat terbaik yang dilahirkan untuk seluruh manusia ini tidak sepatutnya kita menjadi beban kepada orang lain bagi memenuhi keperluan hidup kita baik di bidang ekonomi, ketenteraan dan lain-lain. Kita adalah umat yang banyak bercakap tetapi sedikit bekerja, jadi tidak hairanlah kita umat Islam yang berjumlah 1.6 billion bertekuk lutut di bawah si Yahudi yang hanya berjumlah tiga juta! Juga pandangannya ini sangat sesuai dibaca oleh mereka yang berjuang dalam organisasi-organisasi Islam termasuklah parti politik dan jemaah-jemaah yang ada sekarang. Ketuklah pintu hati kita dengan pandangannya ini serta leraikanlah kesombongan dan ego kita.


BAHAGIAN 1:

UMAT ISLAM YANG LUPA DIRI

UMAT KITA DILIHAT DARI KEMAJUAN MATERIAL

KEKUATAN AKAL KITA DI SIA-SIAKAN

KEKUATAN AMAL KITA DI SIA-SIAKAN

KEKUATAN EKONOMI KITA DI SIA-SIAKAN

KEKUATAN TENAGA KITA SIA-SIAKAN

KEKUATAN JIWA KITA SIA-SIAKAN

TANGGUNGJAWAB PARA PENGUASA

TANGGUNGJAWAB PARA ULAMA

TANGGUNGJAWAB MASYARAKAT

BAHAGIAN 2:

PERGERAKAN ISLAM

TIADA PENGHISABAN DIRI

PERPECAHAN DAN PERSELISIHAN

KURANGNYA PENYELIDIKAN DAN PROGRAM

TERBURU BURU

BERLEBIH-LEBIHAN

TAKUT DENGAN PEMBAHARUAN

MARI BERCITA-CITA DAN BEKERJA

SEBAHAGIAN KEJAYAAN PERGERAKAN ISLAM

PERLU BANYAK KERJA DAN PENGORBANAN

BEKERJA UNTUK MEMIKAT TOKOH DAN MASYARAKAT

MENYULUH KEBANGKITAN ISLAM

PANDUAN UTAMA PENYULUH KEBANGKITAN

KERJA KEMASYARAKATAN

KERJASAMA LAPISAN MASYARAKAT

BAHAGIAN 3 :

PENUTUP

sesiapa yang nak baca, berikan email dan nanti saya hantarkan..
wassalam

Dr. Abduh
Read more